Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Dua Kelompok Terlibat Ricuh di Jalan Metrologi, Desa Sampali

Dua Kelompok Terlibat Ricuh di Jalan Metrologi, Desa Sampali

- Senin, 26 April 2021 17:45 WIB
Mtc/ist
MATATELINGA, Percut- Warga Jalan Metrologi, Desa Sampali, Kecamatan Percutseituan Kabupaten Deliserdang, Senin (26/4/2021), terlibat kericuhan dengan sekelompok orang dari salah satu organisasi yang datang ke desa mereka yang langsung membekingi salah satu kelompok untuk membuat pagar tembok yang dihuni oleh ratusan kepala keluarga.

Aksi pembangunan tembok tersebut akhirnya menuai protes dan emosi warga, akhirnya kericuhanpun tak terelakkan, hingga seorang anak menjadi korban penolakan oleh massa yang tidak dikenal warga itu, bahkan salah seorang wartawan Tribun bernama Kristen Edi Sidahuruk diduga menjadi korban intimidasi dari kelopak organisasi kepemudaan yang membekngi kelompok yang membuat pagar.

Warga setempat, Marsaulina Sitompul (51) mengatakan, mereka datang awalnya dengan menggunakan truk.

"Di dalam truk itu sudah membawa material bahan bangunan. Saya coba hadang dengan meminta agar jangan diturunkan material," katanya dilokasi.

Lebih lanjut dikatakannya, dirinya yang mencoba menghadang kemudian berusaha untuk berkomunikasi dengan kelompok yang datang.

"Saya coba berbicara baik-baik. Saya bilang, jangan dulu. Kawan-kawan di desa ini sedang berada di kantor desa membahas permasalahan ini. Namun mereka gak mau, jadinya bentrok," katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi massa yang diduga meneror warga di Desa Sampali ini merupakan aksi yang ke dua.

"Ini merupakan aksi yang kedua, yang pertama hari Jum'at, saat kericuhan lanjut Marsaulina, warga di sini dan massa yang tidak dikenal terjadi saling tolak.

[br]"Ia menolak saya. Mendorong saya. Dan ada anak-anak di dorong mereka. Kami di sini hanya untuk hidup, bercocok tanam. Kami petani kecil, saya berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib kami rakyat kecil ini. Kami tinggal di sini sudah dari tahun 1997. Memang kami tinggal di sini, tanpa ada surat tahan. Tapi kan ini sudah lama dilepas," bebernya.

Pascakejadian, personel kepolisian Polsek Percutseituan tiba di lokasi.

Terlihat Kapolsek Percutseituan AKP Jan Piter Napitupulu tiba di lokasi dan tampak berdialog dengan masyarakat.

"Tidak ada preman di Percutseituan ini. Tidak kita biarkan," ucap Kapolsek yang disahuti sorak oleh warga.

Kapolsek Percutseituan yang tiba langsung mengambil tindakan penghentian sementara proses pembangunan pagar beton yang berada dilokasi.

[br]"Kami dari Percutseituan ke lokasi untuk menghentikan pembangunan pagar. Ini upaya untuk mencegah bentrok, dan kedua pihak akan kita mediasikan dalam waktu dekat, kalau tak di kantor desa, ya dikantor camat.

Untuk saat ini situasi sudah kondusif, meski tadi ada sedikit kericuhan Karena mereka (kelompok warga) hanya ingin mempertahankan tempat tinggalnya dan mediasi antara kedua belah pihak," jelas Kapolsek Percut Seituan. ( Suriyanto )

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Berita Sumut

Semarak Syukuran HUT ke-14 matatelinga.com dan Peresmian Kantor Advokat Amrizal SH MH

Berita Sumut

Hore.....Harga Emas Turun ke Angka Rp2.104.000 dari Harga Rp2.105.000 per gram

Berita Sumut

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Di Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Ini Langkah Kejaksaan

Berita Sumut

Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Panen Jagung Hibrida di Lahan Binaan Lanud Seluas 53 Hektar, Dukung Ketahanan Pangan Nasional