MATATELINGA, Asahan: Meski mudik telah resmi oleh Pemerintah namun ada saja cara warga untuk mengelabui petugas penjaga pos penyekatan. Berbagai taktik digunakan oleh warga untuk dapat lolos dari penghadangan yang dilakukan oleh tim terpadu dalam upaya mencegah pemudik untuk pulang kampung .Kapolres Asahan AKBP.Nugroho Dwi Karyanto.SIK melalui Kasat Lantas Polres Asahan AKP. Jodi Indrawan SIK saat dikonfirmasi matatelinga.com melalui selularnya membenarkan adanya pos pos penyekatan yang telah didirikan di enam titik di wilayah hukum Polres Asahan."Enam titik pos penyekatan tersebut berada di setiap pintu masuk ke wilayah Kabupaten Asahan,"ujarnya.Lebih lanjut Kasat Lantas Polres Asahan AKP.Jodi Indrawan SIK mengatakan dalam suasana masih pandemi covid 19 yang semakin menghawatirkan keselamatan kesehatan ummat manusia ini, sangat diharapkan peran serta masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan."Kami juga sadar dalam suasana menjelang lebaran ini seperti biasanya warga masyarakat melakukan perjalanan untuk pulang kampung, namun ini khan masih dalam situasi wabah pandemi covid 19 yang semakin menghawatirkan, oleh karenanya kami juga mengharapkan semua pihak untuk tetap mematuhi ketentuan yang telah diberikan oleh Pemerintah, dan ini tujuannya untuk keselamatan kita semua," harapnya.Kasat Lantas Polres Asahan AKP.Jodi Indrawan SIK juga mengatakan dalam penyekatan yang dilaukan oleh tim terpadu tersebut sepanjang sejak Kamis 06 Mei 2021 hingga saat ini Senin 10 Mei 2021 sebanyak 156 unit kendaraan bermotor terdiri dari 146 unit mobil roda empat dan 10 unit bus penumpang umum yang terpaksa diarahkan untuk putar kembali dari arah kedatangannya."Hal tersebut dilakukan karena seluruh penumpang kendaraan tersebut tidak dapat menunjukan surat kelengkapan sebagai mana ketentuan yang diminta oleh Dinas Kesehatan, seperti surat lolos anti gen dan surat perjalanan kedinasan bila hal tersebut untuk keperluan dinas," sebutnya."Namun demikian meskipun kami telah melakukan penyekatan di enam titik, tidak dipungkiri masih ada warga pemudik yang mencoba menembus penyekatan yang telah dibangun tim terpadu, mereka melalui jalan jalan kebun maupun perkampungan yang ada disekitar arah jalan tujuan pemudik hingga mereka dapat lolos, itulah fenomena kami dilapangan selama musim mudik ini," pungkasnya. (mtc/ben)