Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Komantab Evakuasi Penyu Mati di Perairan Sibolga

Komantab Evakuasi Penyu Mati di Perairan Sibolga

- Senin, 10 Mei 2021 16:13 WIB
Mtc/ist
Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab)  mengevakuasi bangkai seekor Penyu yang terdampar di tepian perairan tepatnya di lokasi Pelabuhan yang dike
MATATELINGA, Sibolga: Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab) mengevakuasi bangkai seekor Penyu yang terdampar di tepian perairan tepatnya di lokasi Pelabuhan yang dikelola swasta di daerah Kelurahan Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Senin (10/5/2021).

Evakuasi dilakukan dengan cara menenggelamkan bangkai ke dasar laut di kedalaman sekitar 20 meter. Opsi menenggelamkan dilakukan, pasalnya kondisi bangkai sudah membusuk.

Prosedur penenggelaman tersebut dibantu personel Polairud Aipda R Tanjung dan personel Bhabinkamtibmas Polres Sibolga Aipda Hadi Sitanggang dengan menggunakan kapal karet milik Polairud Sibolga.

"Opsi mengubur dan membakar sudah tidak memungkinkan, selain faktor bangkai sudah mudah rapuh, baunya akan mengganggu aktifitas warga karena lokasi untuk menguburkan bangkai melintasi pemukiman," ujar Bastian Silalahi, anggota Komantab usai mengevakuasi Penyu.

Dikatakan, temuan Penyu itu berawal dari informasi warga sekitar. Diperkirakan, bangkai Penyu sudah di perairan itu selama beberapa hari sebelum akhirnya membusuk.

"Dari informasi itu, kita di Komunitas akhirnya mengambil langkah untuk mengevakuasi, sekaligus sebagai langkah penyadartahuan bahwa terhadap hewan dilindungi, yang dalam kondisi mati harus dilakukan tindakan tertentu, misalnya mengevakuasi dan menguburkan," ujar Bastian.

Belum diketahui penyebab matinya Penyu diprediksi berjenis Penyu Lekang berjenis kelamin jantan itu sepanjang 110 centimeter dengan bobot diperkirakan 60an kilogram itu. Namun, dari kondisi fisik terlihat bagian leher membengkak dan lebam.

"Kita tidak mau berspekulasi, karena penyebabnya bisa apa saja, terjerat jaring nelayan misalnya, makan plastik atau penyebab lainnya. Yang pasti, kita tentu menyayangkan temuan ini, karena ini bukan pertama kali kita temukan di perairan Sibolga, karena tahun 2020 kemarin, ada juga temuan kita bangkai Penyu di perairan ini," urai Bastian.

Sementara, anggota Komantab lainnya, Rahman Maulana Harahap menambahkan, temuan Penyu mati diharapkan tidak terjadi lagi. Seluruh pihak diminta dapat bekerjasama meningkatkan kesadaran untuk sama-sama menjaga dan melindungi Penyu.

"Kalau ketemu, jangan diganggu mari biarkan dia kembali ke habitatnya, apalagi Teluk Tapian Nauli merupakan habitat Penyu dan terdapat 6 jenis Penyu di Teluk ini," ujar Rahman.

Dia menambahkan, temuan Penyu mati menguatkan asumsi, konflik manusia dengan hewan dilindungi itu terus terjadi. Karena itu dibutuhkan upaya-upaya untuk terus mendorong pencegahan dan perlindungan.

"Di Komantab, konservasi terhadap Penyu memang sedang kita lakukan. Dan, dalam waktu dekat, akan kita dirikan Kelompok kecil di perairan pantai Bandang di Kecamatan Kolang sebagai ujung tombak konservasi di perairan itu," terang Rahman. (*/mtc)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Umat Kristiani Turut Ramaikan Pawai Ta’aruf MTQ ke-53 Kota Sibolga

Berita Sumut

BPK Apresiasi Wali Kota Sibolga Serahkan LKPD Tepat Waktu

Berita Sumut

Di Hari Jadi ke-326 Kota Sibolga Wali Kota Resmikan Sejumlah Fasilitas Kesehatan Starategis di RSU FL Tobing

Berita Sumut

Menteri Maruarar Apresiasi Pemkot Sibolga, Tito: Proses Pencairan Bantuan akan Segera Direalisasikan

Berita Sumut

Wali Kota Sibolga Turun ke Lokasi Banjir Muara Pinang: Pemkot akan Normalisasi Semua Parit

Berita Sumut

Delapan Tim Lolos ke Perempat Final Liga Conference