MATATELINGA, Medan: Hari ini, Rabu (12/5)jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah mulai berlebaran. Untuk di Medan, shalat id digelar diPondok Pesantren Darusshofa, Marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pagi tadi. Tak kurang dari seratus jemaah hadir di pesantren itu untuk merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 H. Sejak pukul 06.30 WIB, pondok pesantren itu sudah ramai. Laki-laki dari muda hingga tua tampak merapikan pakaian. Begitu juga dengan kain sorban putih yang ditata di kepala.“Tepat hitungan, hari ini kita sudah melaksanakan Salat Idul Fitri, Sesuai arahan Tuan Guru kita Al Mukaram Buya Syekh Muhammad Nur Ali selaku Mursid Guru Besar Tarekat Naqsabandiyah,” ujar Syekh Muda Markum.Pukul 07.30 WIB, salat Ied dimulai. Salat Id tetap memakai protokol kesehatan ketat. Jemaah yang hadir diwajibkan memakai masker. Selain itu, jumlah jemaah yang biasanya ribuan orang juga dikurangi. Salat Id hanya diikuti oleh sejumlah orang dari beberapa daerah saja.“Selama pandemik, jemaah tarekat ini, kita tetap menerapkan Prokes. Tuan guru kita juga selalu mengingatkan agar kita ini tetap menjaga Prokes di tengah pandemik COVID-19 yang masih terjadi,” ujar Markum.Biasanya, Tarekat Naqsabandiyah memusatkan kegiatan di kawasan Bandartinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun. Namun tarekat Naqsabandiyah tetap mengikuti aturan pemerintah. Sehingga mereka mengambil kebijakan, agar ibadah Idul Fitri digelar di sejumlah lokasi. Salat Id tetap digelar di Bandartinggi dengan tetap menjaga Prokes.“Pusat kita di Bandartinggi, Karena ada pembatasan pergerakan massa dan penyekatan larangan mudik kita diberikan izin untuk tidak ke Bandar Tinggi,” ujarnya.Markum pun menjelaskan mengapa tarekat Naqsabandiyah lebih dulu berlebaran dari tanggal yang sudah ditetapkan pemerintah. Mereka menggunakan hisab qamariyah.“Jadi kita punya dasar perhitungan. Itu, dari Hisab Qamariah. Ada hitungan tersendiri. Tentunya tuan guru telah menunjuk Dewan Mursidin dan Dewan Fatwa, untuk membuat hitungan supaya kita bisa melaksanakan ibadah sesuai arahan tuan guru,” ungkapnya. (mtc/fae)