MATATELINGA. Pancurbatu - Ajal memang tidak tahu kapan dan dimana atau seperti apa akan di panggil yang Maha Kuasa. Namun hal itu wajib kita jalani. Seperti yang dialami seorang gadis belia yang diketahui bernama, Ardilla Anggraini (16) warga Dusun IV Sampak Kuning, Desa Tengah, Kec. Pancurbatu, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara. Ardilla harus meregang nyawa akibat terlindas roda truk tangki air, Kamis (13/05/2021) sekitar pukul 07.17 wib di Jl Jamin Ginting, Desa Lama, Pancurbatu.Informasi yang diperoleh Matatelinga.com di Polsek Pancirbatu menyebutkan. Saat itu korban yang masih berstatus pelajar itu datang dadi arah Medan menuju arah Tanah Karo dengan mengendarai sepeda motor Honda Bead BK 4986 ADI. Yang mana dari informasi disekitar lokasi, korban hendak berangkat untuk melaksanakan sholat idul fitri.
Baca Juga:Pirlo Akui Ketangguhan Inter Milan pada Musim iniNamun saat itu, korban mendahului truk tangki air mineralBK 9496 CA yang saat itu dalam kondisi rusak dan sedang ditarik oleh truk tangki air lain nya BK 9088 CH dengan menggunakan rantai besi.Naas, korban saat mendahului tersebut diduga bersenggolan dengan truk tangki yang ditarik tersebut sehingga membuat korban oleng dan dirinya terpelanting ke aspal jalan. Apes nya lagi, usai terpelanting, korban pun tergilas oleh truk tangki tersebut. Kecelakaan tersebut mengakibatkan korbanmengalami luka koyak dibagin kepala, perut luka lecet, kaki kanan luka leect, tangan kanan luka lecet meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban pun dibawa ke RSUP H Adam Malik guna visum.Kapolsek Pancurbatu Kompol Dedi Dharma membenarkan kecelakaan yang menewaskan korban tersebut. "Sudah kita tangani kasus laka lantas tersebut. Saat ini bb sudah kita amankan berikut kedua sopir truk tangki yang masing-masing, sopir tangki BK 9496 CA, Masri (50) warga Dusun XIII Pondok Miri, Kel. Sei Semayang, Kec. Sunggal dan sopir tangki BK 9088 CH, Edward Marulitua Siregar (50) warga Jl. Soekarno Hatta, Kel. Tunggurono, Kec. Binjai Timur, Kota Binjai sudah kita mintai keterangan nya," ujar Kapolsek tersebut.Disisi lain, dari informasi dilapangan menyebutkan bahwa malam sebelum korban mengalami hal tersebut sempat meminta agar ibu nya memasak lontong lebih banyak lagi karena saat datang nya idul fitri akan banyak sanak family akan datang ke kediaman mereka.[br]Dan baju yang akan dikenakan saat berlebaran ternyata sudah dikenakan korban dan berfoto ria bersama orang tau dan kelurga korban lan nya. "Sebelum kejadian itu, korban ini yang dikenal ramah dan baik sempat mengatakan kepada ibu nya untuk banyak memasak lontong, karena diwaktu lebaran, kata korban akan banyak orang yang akan datang, eh rupanya benar, saat lebaran dia (korban) meninggal dunia dan banyak yang datang kan," ujar cerita sejumlah warga."Dan malam itu dia sempat ber foto-foto dengan mengenakan baju baru yang akan dipakai lebaran. Eh rupanya benar juga, yah mungkin hal itu pertanda yang tanpa kita sadari kan," sebut warga lain nya.(Mtc/edi)