MATATELINGA, Medan : Banjir dan longsor yang terjadi di kawasan wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun beberapa hari lalu menyisakan lumpur dan sampai hari ini air danau masih penuh dengan sampah dan airnya kotor.
Menyikapi banjir dan longsor ini, Pemerhati Kemajuan Kawasan Danau Toba (KDT) sekaligus Ketua Jendela Toba, Mangaliat Simarmata, Senin (17/5/2021) menyampaikan bahwa pada waktu banjir dan longsor yang sudah berulang beberapa tahun terjadi di Parapat, sudah lumayan banyak para pejabat dan instansi pemerintahan dari berbagai tingkatkan meninjau banjir-banjir sebelumnya.
"Informasi tentang banjir dan longsor serta tindakan pemerintah boleh kita cek dari pemberitaan berbagai media, tapi hingga kini dari sepengetahuan saya yang dilakukan setiap ada banjir dan longsor seperti sekarang ini hanyalah pembersihan jalan trans Sumatera/Parapat yang dilakukan.Bagaimana pembenahan hulu/hutannya sebagai sumber banjir dan longsornya belum dijamah dan atau ditangani sebagaimana harapan publik," kata Mangaliat Simarmata.Agar tidak terulang lagi kejadian-kejadian seperti yang terjadi beberapa hari lalu, kata Mangaliat perlu ada penanganan serius terkait dengan hal ini."Kita semua tahu, disamping jalan ini sebagai jalan trans Sumatera juga sebagai salah satu jalan dan pintu gerbang ke Kawasan Danau Toba yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai destinasi pariwisata super prioritas bertaraf internasional," katanya.
[br]Pemerintah yang menetapkan kawasan wisata Danau Toba sebagai super prioritas, lanjut Mangaliat tidak akan berarti apa-apa kalau kawasan hutan dan lingkungan di sekitar kawasan Danau Toba tidak mendapat perhatian.
Di kawasan Danau Toba ada 7 Kabupaten yang wilayahnya menyentuh kawasan wisata Danau Toba. Harpan ke depan, kepala daerah di 7 Kabupaten ini duduk bersama dan memiliki kesepakatan bersama untuk menyelamatkan Danau Toba sebagai destinasi andalan Sumatera Utara."Semoga ke depan, pemerintah pusat, pemerintah Provinsi dan Kabupaten yang bersinggungan dengan kawasan wisata ini benar-benar dalam melestarikan kawasan hutan dan tidak membiarkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab merambah hutan. Sekarang saatnya kita harus perduli dengan kelestarian kawasan hutan di Sumatera Utara," tandasnya.