MATATELINGA, Medan- Kaburnya lima tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara pada Hari Raya Idul Fitri menjadi perbincangan hangat masyarakat.Pengamat Hukum, Muslim Muis, mengatakan kaburnya lima tahanan dari sel tahanan sebagai bukti lelaian Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial, dalam melakukan pengawasan terhadap para tahanan."Untuk itu, Kepala BNN RI harus segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala BNNP Sumut yang dinilai gagal mengamankan para tahanan di dalam balik jeruji besi," katanya, Senin (17/5/2021).Muslim mengungkapkan terhadap personil yang saat melakukan penjagaan sel tahanan harus diberikan sanksi karena dinilai telah gagal menjalankan yang mengakibatkan tahanan kabur.Baca Juga:
Aniaya Petugas, Lima Tahanan BNNP Sumut Kabur"Sanksi yang diberikan ini agar kasus kaburnya tahanan di BNNP Sumut tidak terulang kembali," ungkapnya.Sementara itu, Kabid Pemberatasan BNNP Sumut, Kombes Pol Sempana Sitepu, menuturkan kaburnya ke lima tahanan setelah petugas jaga disiram dengan air cabai."Kejadiannya Minggu (16/5) dini hari tepatnya di Blok B kamar 01," katanya saat memberikan keterangan kepada awak media.Sempana mengungkapkan, pada saat itu salah seorang tahanan berteriak meminta air minum. Mendengar teriakan tahanan, petugas pun datang membawa satu galon air minuman.[br]"Tiba-tiba salah seorang tahanan menyiram air cabai ke wajah petugas hingga menyebabkan lima tahanan melarikan dari dalam sel tahanan," ungkapnya saat para tahanan itu kabur sempat melakukan perlawanan dengan memukili petugas.Adapun ke lima tahanan yang kabur itu bernama Rahmat Hidayatulloh alias Mhd Isbandi warga Perum Bukit Melati, Jalan Marcopolo, Kecamatan Dapur 12, Kota Batam, Provinsi Kepri.Kemudian, Zulkifar warga Dusun Matang Mesjid, Desa Matang Punong, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi NAD, Muhammad Junaidi warga Jalan Baung, Dusun Mesjid, Kelurahan Sei Buah Keras, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumut.Selanjutnya, Irwanda dan Marzuki Ahmad warga Jalan Irigrasi TGK, Dimane Desa Tufah, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh."Saat ini ke lima tahanan itu masih dalam pengejaran petugas," terang Sempana mengakhiri. ( Suriyanto )