MATATELINGA, Toba- PT Toba Pulp Lestari Tbk menyesalkan aksi yang tidak diharapkan, pada Selasa,kemarin (17/5/2021), yang dilakukan oleh sekelompok orang di area operasional perusahaan yang berada di Desa Natumingka, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.Aksi yang tidak diharapkan tersebut terjadi di wilayah kawasan hutan negara yang diklaim masyarakat milik mereka yang menjadi kawasan konsesi PT Toba Pulp Lestari Tbk yang telah memasuki rotasi penanaman ke 5.Direktur PT Toba Pulp Lestari Tbk Jandres Silalahi pada Rabu, (19/5/2021), menyatakan bahwa aksi yang tidak diharapkan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat tersebut terjadi di tengah proses dialog antara perusahaan, masyarakat, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta stakeholders lainnya.
Baca Juga:Bentrokan Pihak TPL Dengan Masyarakat Natumikka Siapa yang Rugi..?“Kami menyesalkan atas terjadinya tindakan yang tidak diharapkan yang menyebabkan korban luka. Apalagi, aksi oleh sekelompok oknum masyarakat tersebut terjadi di tengah proses dialog untuk menyelesaikan isu-isu yang ada,” kata Jandres.Menurut perusahaan, lokasi penanaman tersebut merupakan lokasi konsesi yang memiliki izin dari negara dan telah memasuki masa rotasi penanaman ke-6 (enam), berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.493/Kpts-II/92 tanggal 01 Juni 1992.Jo SK.307/MenLHK/Setjen/HPL.P/7/2020 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri[br]Atas terjadinya aksi tersebut, PT Toba Pulp Lestari dan kepala desa Natumikka Kastro Simanjuntak, akan terus mendorong dialog dan solusi yang damai dengan masyarakat guna memecahkan berbagai persoalan, dan tidak mengedepankan aksi-aksi yang dapat merugikan kedua-belah pihak.Toba Pulp Lestari juga terus menjalankan program-program sosial melalui kolaborasi dengan masyarakat sekitar melalui kemitraan kehutanan, yang meliputi tumpangsari tanaman pangan dengan masyarakat di area tanaman produksi, serta pola tanaman kehidupan.Hal ini sesuai dengan arahan pemerintah agar perusahaan menjalankan program hutan sosial dalam rangka pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.Perusahaan dan masyarakat berharap agar ada penyelesaian masalah dengan melakukan dialog untuk bisa hidup berdampingan.