MATATELINGA,Medan- Dua oknum polisi Yang diduga bertugas di Sabhara Polrestabes Medan diduga rampas sepeda motor jenis RX King milik Raden (19) warga Jalan Bersama yang akan dijual dengan sistem Cash on Delivery (COD).Akibat kejadian itu, Raden dipukul karena dituding sepeda motor tersebut bodong oleh dua oknum polisi tersebut. Padahal korban sudah menunjukkan bukti STNK Sementara 4 oknum Polisi lainnya melarikan diri setelah warga masyarakat mendatangi lokasi kejadian beramai-ramai.Salah satu rekan korban bernama M Anja Kusuma (16) mengatakan dirinya yang mendampingi korban bersama ke enam teman lainnya menemui oknum polisi mengaku bernama Revan ."Jadikan rencananya kan mau COD sepeda motor di Jalan Aksara depan Bank BNI pada Rabu (19/5) sekitar pukul 15.30 WIB, setibanya di lokasi kami bertemu dengan oknum polisi tersebut, lalu ia memeriksa mesin sepedamotor dan STNK," Katanya di halaman Polrestabes Medan.[br]Sambung M Anja Kusuma mengatakan tiba tiba ke lima oknum polisi yang lain mendatangi korban bersama teman- temannya."Mereka turun langsung memiting ke delapan teman termasuk saya lalu kereta Raden di patahkan kunci stangnya lalu di Sorong hendak dibawa lari, lalu datang warga, padahal kami sudah menunjukkan STNK dan menjelaskan bahwa sepedamotor itu lengkap surat suratnya," ujarnya." Waktu warga datang 4 oknum polisi lari dan dua oknum polisi lainnya diamankan warga, namun mereka tak mau dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan, jadi Masyarakat yang bawa kedua oknum polisi tersebut ke Polsek, sampai di simpang empat datanglah seorang pria yang mengaku sebagai anggota Brimob dan petugas Satlantas Percut Sei Tuan membawa ketiga nya ke Polsek Percut Sei Tuan," imbuhnya[br]Sesampainya di Polsek menurut M Anja Kusuma beserta teman lainnya saat masuk ke Polsek langsung disuruh keluar dan bubar dengan alasan Corona."Lalu kami di panggil lagi dengan masuk satu persatu, lalu tak lama kemudian propam Polrestabes Medan datang dan membawa ke dua oknum polsi ke Polrestabes Medan," ucapnya.Teman korban lainnya bernama Anggi (27) mengakui bahwa keduanya adalah polisi setelah mengetahui dari salah satu polisi yang mereka temui di Polrestabes Medan."Kata yang ngaku komandan nya mengatakan kedua Oknum Polisi itu adalah anggotanya di Sat Sabhara, namanya L Sinaga dan kalau ngak salah satunya lagi disebut kan namanya galih, sementara 4 lagi yang lari dari kejaran Warga belum diketahui apakah oknum polisi atau masyarakat biasa" pungkasnya di halaman Propam Polrestabes Medan. (Suriyanto)