MATATELINGA,Deliserdang: Bripka Irvansyahputra seorang anggota Polri yang bertugas di Bidang Hukum Polda Sumatera Utara berhasil mewujudkan impian dan cita-citanya untuk mendirikan pondok Tahfidz Qur'an yang juga sekaligus digunakan sebagai tempat berdakwah dan Mudzakarah bernama Asy-Syairun, pada9 Ramadhan 1442 Hijiriah.Pondok Tahfidzh ini berlokasi di Jalan Perjuangan, pasar 4, Garmonia, Gang Cempaka, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.Semua biaya operasional dan konsumsi hingga pembangunan Darul Tahfidz Asy-Syairun bersumber dari kantong pribadinya dan ia tak membebankan biaya apapun pada santrinya alias gratis semata-mata untuk mencari keridhoan dari Tuhan."Awalnya saya melihat lingkungan sekitar tempat tinggal saya, pada masa Pendemi Covid 19 banyak anak sekolah yang belajar secara online, tapi saat itu saya lihat banyak anak-anak yang bermain-main, artinya pada bulan Ramadhan 1442 saya lihat sendiri anak-anak tersebut bermain tak tentu arah, lalu saya bicarakan niat saya untuk mendirikan Darul Tahfidz Asy Syairun yang akhirnya bisa terwujud pada 9 Ramadhan 1442. Saat itu saya kumpulkan anak-anak yang ada di lingkungan tempat tinggal saya dan saya ajak untuk belajar membaca dan menghafal Al-Qur'an dan mereka mulai saya ajak untuk sholat berjamaah dari mulai waktu makan sahur hingga berbuka puasa dengan diisi kegiatan yang bermanfaat, "ucap Irvan pada awak media dialokasi Darul Tahfidz Asy-Syairun. Jumat (21/5/2021).Ketika ditanyakan tantangan dan kesulitannya mendirikan Darul Tahfidz Asy Syairun, dikarenakan ia masih aktif sebagai anggota Polri, Irvan mengaku sudah meminta izin dan restu atasannya."Kalau dari keluarga awalnya memang sanksi dengan langkah yang saya ambil, orang tua dan keluarga besar saya, bukan melarang tapi tetap mendukung, hanya saja mereka cemas karena yang saya rawat ini adalah anak yatim-piatu dan kaum duafa pastinya orang tua berkata mau sampai kapan, dan saya menjawab pada saat itu ya sampai akhir zaman, bahkan bila saya sudah meninggal dunia, saya minta keluarga meneruskan Darul Tahfidz Asy Syairun ini agar bisa lebih bermanfaat pada anak yatim dan duafa. Untuk kedinasan saya sebagai anggota Polri, saya ucapan ribuan terimakasih kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara, Waka Polda Sumatera Utara dan atasan saya langsung, Kepala Bidang Hukum ( Bidkum ) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Andre Setiawan SIK., MH yang mana pada malam 27 Ramadhan, saya menginformasikan kepada Pak Andre sekaligus meminta izin dan restunya untuk membuka Darul Tahfidz Asy Syairun secara gratis untuk anak yatim-piatu dan kaum duafa, saat itu beliau menjawab "silahkan lanjutkan perjuanganmu, kiranya amal jariyah mu akan baik" itu pesan beliau," bebernya."Untuk santri saat ini masih 18 orang terdiri dari 8 orang yang mondok dan 10 pulang hari dan untuk tenaga pengajar saya diberi dukungan dari Badan Pembinaan Qari-Qoriah, Hafidz-Hafidzah dan Seni Kaligrafi Al-Quran,"imbuh Bripka Irvansyahputra.Sementara itu H. Lagut Sutan Pulung selaku ketua umum Badan Pembinaan Qari-Qoriah, Hafidz-Hafidzah dan Seni Kaligrafi Al-Quran ( BAPQAH SIKA ) mengaku sangat mendukung usaha yang dilakukan oleh Bripka Irvansyahputra."Menyikapi tentang sikap BAPQAH SIKA Provinsi Sumatera Utara yang sudah 24 tahun, kami sangat mendukung karena hal seperti ini sangat jarang terjadi. Apalagi pendirinya merupakan seorang anggota Polri aktif yang mana keseharian selalu berada di tengah masyarakat. Hari ini hatinya dibukakan Allah SWT pintu hatinya untuk bersama-sama dengan BAPQAH SIKA mengurusi umat dalam hal memperbanyak tempat pembelajaran Al Qur'an. Kami sangat bertanggung jawab untuk membesarkan ini. Sebagai bentuk dukungan, kami tidak pernah berjanji tapi kita buktikan dari awal untuk menyiapkan tenaga ahli untuk mengajar para santri, "pungkas H. Lugut. (mtc/Suriyanto )