MATATELINGA, Taput : Sebanyak 147 wargaDusun Hutagurgur, Desa Aek Tangga, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utaradinyatakan positif COVID-19. Akibatnya, sudah sepekan lebih kawasan itu terpaksalockdown.Bupati Taput Nikson Nababan membenarkan kabar salah satu daerahnya lockdown. Pihaknya juga menyuplai kebutuhan pokok warga selama daerah itu dikunci.“Jadi kita lockdown desa itu, tidak bisa masuk dan tidak bisa keluar. Untuk kebutuhan pokoknya tetap kita suplai. Termasuk kebutuhan medisnya,” ujar Nikson, Minggu (23/5/2021).Data yang dihimpun, orang yang terpapar COVID-19 termasuk anak-anak dan orang dewasa. Rinciannya antara lain 2 orang anak berusia 1-5 tahun, 22 orang anak usia 6-12 tahun, 19 orang remaja usia 13-18 tahun, 68 orang usia 19-40, 18 orang usia 41-59, dan 18 orang berusia lebih dari 60 tahun. Dari jumlah itu, sekitar 66 orang dinyatakan sudah negatif setelah menjalani tes usap.Lockdown akan dilakukan hingga 28 Mei 2021. Namun, kata Nikson, jika masih ada yang belum sembuh, harus tetap menjalani isolasi mandiri.“Mereka itu orang tanpa gejala (OTG). Tapi kalau belum sembuh semua tetap kita tutup. Nanti 14 hari kita swab lagi, yang tidak sembuh tetap isolasi mandiri,” ungkap bupati.Informasi yang diterima Nikson, penularan terjadi saat warga menghadiri satu pesta di sana. Ternyata salah satu orang yang di sana positif COVID-19.“Iyah, jadi ada pesta di sana, kemudian ada yang positif, terus kita lacak. Kita disiplin melakukan tracing-nya. Secara menyeluruh. Ini membuat agak tinggi kasusnya. Saya sampaikan kepala Puskesmas, Kadis Kesehatan, dan Satgas, kalau ada yang positif harus dilakukan tracing semua,” pungkasnya.Sampai saat ini, di Tapanuli Utara sudah 1570 kasus yang terjadi sejak awal pandemik COVID 19 menurut data per Jumat 21 Mei 2021 dari laman resmi covid19.taputkab.go.id. Sebanyak 1.105 orang dinyatakan sembuh. Sementara itu, 441 orang masih dirawat dan 24 orang meninggal dunia. (*/mtc)