Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
2 Anggota Bankom (Bantuan Komunikasi) Yang Todongkan Senjata Pada Warga dan Anak Bawah Umur Ditangkap Resmob Polrestabes

2 Anggota Bankom (Bantuan Komunikasi) Yang Todongkan Senjata Pada Warga dan Anak Bawah Umur Ditangkap Resmob Polrestabes

- Kamis, 24 Juni 2021 20:50 WIB
MATATELINGA
Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan bergerak cepat mengungkap kasus pengancaman oleh beberapa pria belag
MATATELINGA. Medan - ResmobSat Reskrim Polrestabes Medan bergerak cepat mengungkap kasus pengancaman oleh beberapa pria belagak aparat merupakan anggota salah satu Bantuan Komunikasi (BANMOM) di kota Medan.

Ironisnya aksi tak berperikemanusiaan ini dilakukan juga terhadap 2 orang anak dibawah umur yang seharusnya dibawah perlindungan orang dewasa, para anggota Bankom yang arogan dengan kejamnya membentak, dan merebut Handphone serta menodongkan senjata pada mereka hingga mengalami trauma psikologis akibat ancaman senjata mirip pistol itu terjadi di Dusun I Tambak Rejo, Desa Amplas, Kec. Percut Sei Tuan, Selasa (22//6/2021) siang.

Hal itu ditegaskan Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung pada awak media.

Baca Juga:Ini Pesan Dansat Brimob Polda Sumut Kepada Pejabat yang Baru Dikukuhkan

"2 orang pelakunya sudah kita tangkap tadi siang," kata Rafles saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/06/2021) malam.

Namun, saat disinggung identitas kedua pelaku yang diamankan dan dimana lokasi penangkapan, mantan Kanit Ranmor dan Kanit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan ini enggan berbicara lebih jauh.

Sebelumnya, 6 pria yang diketahui salah satunya berinisial "R" mengacungkan senjata mirip pistol kepada warga setempat. Seolah-olah seperti anggota aparat sedang menangkap pelaku, "R"Cs menangkap salah seorang warga, Rian (18) warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (22/06/2021) sekira pukul 12.00 Wib, lantaran dituding mencuri kardus bekas d isamping rumah Rahman yang ditaksir seharga Rp. 35 ribu.

Tak hanya itu, Rian pun dipukuli dan dipaksa mengaku melakukan pencurian. Akan tetapi, seorang warga setempat bernama Rudianto (40) menanyakan tentang persoalan kericuhan tersebut, namun "R"Cs malah membentaknya.

[br]

"Uda diam aja kau, gak usah banyak cakap dan menganiaya Rian hingga kesulitan bernapas," kata Rudianto menirukan ucapan salah satu pelaku.

Tak hanya Rudianto, seorang anak dibawah umur berinisial NS (13) juga mendapat penganiayaan, tangannya ditarik hingga tersungkur ke tanah dan HP nya dirampas serta dibanting, bajunya juga robek dibagian belakang.

"Macam binatang NS itu dibuat bang, ditarik sampek tersungkur ke tanah. Pas kejadian ribut itu, NS datang langsung memvideokan kejadian itu, namun salah seorang rekan "R"Cs merampas HP nya dan membanting hp milik NS. Terakhir warga lainnya berkumpul lebih banyak dari mereka, udah terdesak salah satu rekannya mengacungkan senjata mirip pistol ke arah warga untuk segera bubar," ungkap Rudianto lagi kepada wartawan, saat membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (23/06/2021) sore.

[br]

Tak sampai disitu saja, Rudianto menambahkan, anaknya yang masih balita berinisial IG (3,5) pun menjadi korban saat ibunya, Nani (31) didorong jatuh dan menimpah IG hingga mengalami memar di wajah.

"Aku tak terima anakku digitukan, jadi merasa trauma anakku dibuat orang itu, sampai istriku sobek bajunya lantaran ditarik orang itu. Apa masalah saya melihat istri dan anak saya yang masih balita diperlakukan seperti itu. Saya melerai, tapi malah pistolnya diarahkan ke kepala saya, sementara yang ditangkap orang itu tidak ada hubungannya sama saya, bisa pula keluarga saya yang jadi korban," ujarnya heran.

"Kami mohonlah kepada pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti dan menangkap pelaku. Bisa mereka ada senjata dan itu melanggar Undang-Undang darurat. Warga sudah sangat resah dan trauma lantaran peristiwa itu," ujar Rudianto saat membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (23/06/2021).

Sementara itu, ibu korban SJ (33) berharap agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum karena mereka merasa trauma akibat ancaman senjata itu.

[br]

"Saat itu anak saya membantu bapaknya yang dicekek lehernya sama salah satu pelaku, sambil merekam kejadian penganiayaan itu, tapi salah satu dari 6 pelaku merampas dan membanting HP anak saya sambil menodongkan senjata mirip pistol ke arah warga dan pada anak saya PA (15) tepat di kening anak saya. Saya nggak kenal sama pelaku, saya sangat trauma dan anak saya yang jelas dibawah umur sangat trauma dan mengalami luka di tangan bagian kiri," ucapnya.

Dirinya sangat berharap pihak kepolisian dapat menangkap dan memproses para pelaku dengan hukuman yang setimpal.

"Saya berharap Pak Kapolrestabes Medan melalui Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu untuk minindak lanjuti laporan kami STTLP/1189/VI/2021/SPKT Percut," pungkas ibu korban. (Mtc/Suriyanto)

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita Sumut

Tak Sampai 1 x 24 Jam Pembunuh Nita Berhasil Di Amankan

Berita Sumut

Eks Penghuni Lembaga Pemasyrakatan di Tangkap Polsek Medan Kota

Berita Sumut

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Berita Sumut

Satu Unit HP, Mengantarkan Pemuda ini Menginap Di Hotel Prodeo

Berita Sumut

"Produksi Minyak Amerika Meningkat Lebih dari 600.000 Barel Per hari" Sejak Penangkapan Nicolas Maduro