MATATELINGA, Toba- Marlon Sianipar menghimbau pamannya yang berada di Natumingga Kecamatan Borbor agar jangan mau di provokasi oleh sekelompok orang. Hal ini dikatakan beliau di warungnya di Simare Kecamatan Borbor pada Sabtu, (26/7/2021).
Menurutnya, perusahaan TPL sangat terbuka mengenai lahan dan persoalan yang mereka kelola. “Kepada tulang (paman) saya yang berada di Natumingka, janganlah mau di provokasi oleh KSPPM dan AMAN, karena orang itu juga cari makan. Jangan kita mau di bentrokkan dengan perusahaan” terang Marlon.
Marlon malah menyarankan agar persoalan masyarakat Natumingka bisa dibawa ke Kementerian Kehutanan dan bukan malah KSPPM yang membuat bentrok dengan perusahaan. “Jika ada niat orang itu (KSPPM dan Aman-red) membuat keadilan, kenapa tidak dibawa persoalan ini ke kementerian kehutanan atau presiden kita Pak Jokowi?” ungkap Marlon.
Marlon malah mengucapkan terimakasih kepada kehadiran perusahaan TPL karena jalan mereka sudah bisa dilalui kendaraan roda empat yang memperlancar transportasi dari dan ke Natumingka melalui Simare.
“Jika TPL tak ada, jalan ini tidak akan bisa dilalui dan jika TPL nantinya tutup, jalan ini pasti tidak dirawat dan akan kembali seperti dulu lagi” beber Marlon Sianipar. Menurutnya, Pemkab Toba belum mampu membuka jalan ini pada saat itu karena keterbatasan biaya.
[br]Marlon merupakan masyarakat desa Pardomuan, Kecamatan Silaen dan sudah kenal KSPPM sejak 1987. Marlon malah pernah gabung dengan LSM ini sejak dia menjadi kepala desa Pardomuan dan dia malah kecewa karena tidak ada tujuan kejelasan kinerja KSPPM.
Aksi sekelompok orang menginginkan perusahaan TPL ini tutup dengan berbagai alasan mulai penebangan hutan, penyerobotan lahan dan pencemaran limbah. Namun hingga saat ini, masyarakat yang mengklaim tersebut tidak pernah mempubliskasikan data dan fakta apa saja yang dituduhkan pada perusahaan. Hingga saat ini, LSM KSPPM dan AMAN tidak bisa dihubungi awak media terkait kebenaran berita tanggapan masyarakat ini.
(Mtc/Yin)