MATATELINGA,Toba- Bupati Toba Poltak Sitorus menyarankan kepada rombongan aksi “Tutup TPL” agar melengkapi data yang jelas untuk menjadi bahan acuan untuk tuntutan masyarakat. Kegiatan aksi tutup TPL pada Selasa, (29/6/2021), merupakan aksi kesekian kali yang berakhir tanpa keputusan.
Aksi sekelompok masyarakat Toba ini menginginkan penutupan PT. TPL yang sebelumnya hanya menuntut persoalan tanah, limbah dan perambahan hutan. Hal ini disuarakan para orator yang berlangsung di halaman kantor bupati yang dihadiri bupati dan wakil bupati Toba, Poltak Sitorus dan Tony Simanjuntak.
Bupati Toba Poltak Sitorus dan Tony Simanjuntak yang menemui massa, menyarankan agar para aksi melengkapi data yang jelas untuk bisa menjadi bahan pertimbangan. “Unang pajolo gogo papudi uhum (Jangan mendahulukan kekuatan ketimbang aturan)” terang Poltak dihadapan para aksi massa.
BACA JUGA:Warga Pintubatu Pertahankan PT. TPL Tetap BeroperasiPoltak menjelaskan hal tersebut sesuai nasehat para orang tua yang melarang orang batak menggunakan kekuatan ketimbang daripada aturan yang ada.
“Saya juga meminta hasil penelitian Tim Independent terkait tuntutan massa agar tuntutan kita berdasarkan fakta dan data, dan kami akan menampung aspirasinya. Saya tidak mau massa menggunakan kekuatan namun harus berdasarkan hukum yang berlaku di NKRI” terang Bupati Poltak Sitorus mengakhiri.
Aksi tersebut dihadiri dari berbagai desa yang menutut pencabutan ijin konsesi TPL. Hal ini sudah sering dilakukan massa dan tidak membuahkan hasil sesuai tuntutan.
Mtc/Yin