Matatelinga - Binjai, Usai pertumpahan yang terjadi di daerah pasar tavif di Jalan Pembangunan, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota, beberapa waktu lalu. Dimana dalam peristiwa yang terjadi, Rabu (7/5) sekitar puluk 12.30 WIB. Seorang pemuda ditemukan tewas terapung dalam kolam dan dua orang lainya krisis karena mengalami luka bacok serta panah. Sementara, puluhan pemuda diamankan dari lokasi bentrok. Kini butir-butir kekisruhan serupa nyaris saja terulang kembali di kawasan pasar tradisional Kota Binjai ini. Korban adalah Putra Hasibuan (30) warga Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat. Pria yang merupakan Pegawai Dinas Pendapatan (Dispenda-red) ini dipukuli dan sempat diseret. Pelakunya, sekitar empat orang tak dikenal (OTK-red), Senin (23/6/2014) sekitar pukul 11.00 WIB. Hal ini terjadi ketika pria bertubuh kurus serta berambut cepak yang tengah menertibkan pedagang bersama rekan-rekan lainya. "Kami juga gak tahu persis motifnya. Tahu-tahu mereka datang dan langsung menuduh Putra, ikut dalam penyerangan yang terjadi beberapa waktu lalu," kata Mhd Pratama dan diamini beberapa rekan-rekan lainya ketika membuat laporan ke Polres Binjai. Padahal, papar mereka, Putra sempat berkilah kalau apa yang dituduhkan kepadanya oleh beberapa orang yang tidak mereka kenal itu, tidak benar adanya."Sudah kubilang ama mereka, kalau aku gak pernah ikut melakukan penyerangan. Dan apa yang mereka tuduhkan tidak benar," sambung Putra.Akan tetapi, jelas mereka, para pria yang sudah tersulut emosi dan diduga merupakan rekan dari korban yang tewas beberapa waktu lalu tidak meperdulikan penjelasan mereka. Salah satu dari mereka langsung melancarkan pukulan ke arah perut dan muka Putra. "Dipukuli aku dibagian perut dan muka. Keraku juga ditarik dan mau diseret ke pos mereka," celoteh Putra, dihadapan petugas.Melihat peristiwa itu, tutur mereka, membuat para rekan lain berusaha menghentikan petikaian. Mereka juga memanggil petugas TNI dari Makodim 0203/ Langkat, yang saat itu juga dilibatkan dalam melakukan pengawasan ketika penertiban terhadap pedagang berlangsung. "Karena mau ditarik, jadi kami halangi dan kami berusaha memisahkan," sahut salah satu rekan merea bernama Retno.Beruntung, korban berhasil lepas dari tarikan empat pemuda yang tidak dikenal tadi. Para pemuda ini langsung pergi meninggalkan Putra dan rekan lainya. Setelah melaporkan kejadian ini ke Kepala Dinas Pendapatan, yang merupakan atasan mereka. Beberapa pegawai DinasPendapatan, baik yang menggunakan pakaian seragam dan pakaian dinas lainya mendatangi Polres Binjai. Mereka melaporkan kejadian ini agar tidak merambat dan membuat mereka terancam."Salah satunya aku kenal. Kalau tidak salah berinisial S, yang kerap nongkrong dipasar," ucapnya, kepada Kasat Reskri AKP Revi Nurvelani, yang kebetulan berada diseputaran ruang SPK.Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kasat Reskrim AKP Revi Nurvelani, langsung mengajak beberapa anggotanya serta dua pegawai Dispeda, untuk menunjukan pelaku pemukulan. Kini pelaku tengah diburu pihak kepolisian Polres Binjai."Kita lakukan pengejaran guna mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan. Ayo, kamu dua orang yang kenal pelakunya ikut saya. Mari kita cari pelakuknya," seru AKP Revi Nurvelani, mengajak beberapa pegawai disependa untuk menujukan pelaku.Hingga kini kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian Polres Binjai. Bahkan, sejauh ini pihak kepolisia masih terus memburu para pelaku yang diduga melakukan pemukulan.(Hendra/Mt)