Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kakak-Adik Penderita Penyakit Kulit Ini Butuh Sentuhan Dermawan

Kakak-Adik Penderita Penyakit Kulit Ini Butuh Sentuhan Dermawan

- Sabtu, 03 Juli 2021 11:00 WIB
mtc/ist
Video yang memperlihatkan sekujur tubuh kakak beradik di Kota Medan, luka terkena penyakit kulit, viral di media sosial.  
MATATELINGA, Medan:Video yang memperlihatkan sekujur tubuh kakak beradik di Kota Medan, luka terkena penyakit kulit, viral di media sosial.Mirisnya lagi ke dua orang tua mereka tak memiliki biaya untuk berobat. Hingga ke dua bocah malang itu hanya bisa berdoa.

Di dalam video, dijelaskan sang kakak laki-laki bernama Haikal (8) sedangkan adiknya bocah perempuan bernama Zakira (3). Doa dipimpin oleh sang kakak lalu diikutin adiknya dengan suara parau, karena menahan sakit.

“Ya allah, berikan kami rezeki. Agar bisa beli susu, beli jajan dan tolong kami berobat, biar kami cepat sembuh,”ujar Zakira, sambil terisak menahan tangis.

Ibu ke dua bocah tersebut, Nisa (27) membenarkan ucapan anaknya itu. Sejak kecil kata Nisa, anaknya mengalami penyakit kulit, yang diawali oleh bencolan di bagian tubuhnya.

“Tapi nggak separah seperti sekarang itu,”ujar Nisa, Jum’at (2/7)

Namun kata Nisa, seiring bertambah usia benjolan itu menyebar, ke sekujur tubuh anaknya. Anehnya benjolan juga memebesar dan mengelupas. Kondisi ini membuat dua anaknya kerap menderita menahan sakit.

“Keluhannya kalau lagi kumat sakitnya sakitlah, kalau pecah ya terkelupas, nampak terkelupas kulitnya lebar terkelupas, pedih lah, pasti sakit. Anak saya terus menangis,”ujar Nisa

Selain itu kata Nisa, akibat penyakit ini bagian tubuhnya anaknya juga cacat. Padahal saat dilahirkan kondisinya normal.

“Karena kalau sekarang dia maaf cakapnya, jari-jarinya rusak. Kukunya nggak ada, kalau lahirnya dulu normal, kayak anak biasa gitu,”ujarnya

Nisa menjelaskan, terkait persoalan ini pihaknya sudah melakukan perobatan ke beberapa rumah sakit, namun belum diketahui penyebab pasti penyakit ke dua anaknya.

“Lain-lain jawaban dari tim medis. Ada yang bilang virus kucing, ada yang bilang kanker, ada yang bilang keturunan,”ujar Nisa

Nisa juga mengaku bukan penduduk asli Kota Medan, dia merupakan warga Kabupaten Mandaling Natal.

Saat ini dia mengaku tidak sanggup membiayai perobatan anaknya, terlebih suaminya hanya seorang buru tani, penghasilannya hanya cukup bagi biaya hidup dan membeli susu Zakira

“Biaya jadi kendala, karena tidak sanggup bayar BPJS, bukan belum diurus,”ujar Nisa

Saat ini Nisa tinggal di Medan, tempat adiknya untuk meminta bantuan.Namun bantuan juga tidak kunjung dia dapat. Dia sangat berharap ada pihak yang mau membantu anaknya, salah satu harapannya, kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

“Saya harap, bisa dilihat bapak gubernur, karena saya pribadi di Kabupaten Mandailing nggak ada respon dari pemerintahnya. Harapannya saya bapak gubernur bantu kesembuhan anak ini,”ujarnya . (*/mtc)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait