Matatelinga - Belawan, Pengakuan 3 tersangka kepada petugas Polres Pelabuhan Belawan bahwa pembakaran mobil dan pembajakan dam truk pengangkut gula pasir kristal Sabtu(22/6/2014) malam akibat dendam karena teman mereka, Roy , dibacok kakinya sebelah kiri oleh para pengawas yang saat itu menggiring dam truk menuju keluar Pelabuhan Belawan.Ke 3 tersangka ini masing masing Masta Sihombing , Syaiful Fahri dan Erik Sini Tambunan ketiganya warga Jalan Selebes Gang 15 Paluh Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan ditangkap petugas secara terpisah di tempat persembunyiannya di Belawan.Ketiga tersangka ini residivis yang sering keluar masuk penjara karena melakukan tindakan kejahatan seperti Ninja truk , perampokan dengan cara kekerasan dan penodongan yang korbannya saat itu meliontas dikawasan Jalan Raya Pelabuhan Belawan .Petugas Polres Pelabuhan Belawan saat ini memburu teman teman ketiga tersangka yang jumlahnya sekitar 20 orang lebih, mereka pada Sabtu malam itu masuk kedalam Pelabuhan Belawan menggunakan kendaraan roda 2 dari pintu masuk dan langsung memasuki dermaga 111 mencari pengawas yang membacok teman mereka.Kanit Resum Pelabuhan Belawan Ibda Pol Yunardi saat gelar perkara mengatakan ketiga tersangka dibekuk petugas secara terpisah dan tidak memberikan perlawan , jika mereka melawan ketika dbekuk maka akan ditembak.Yunardi menghimbau kepada pihak keluarga untuk meyerahkan anak anaknya , sedangkan para perlaku diharapkan segera menyerahkan diri karena bila tidak menyerah akan ditangkap dan bila melawan akan ditembak ditempat intuk membuat epek jera. Pada Sabtu malam sekitar pukul 21.30 ketika dam truk pengangkut gula pasir kristal melintas di Jalan Raya Pelabuhan Belawan tepatnya didepan pabrik PT Semart TBK sejumlah bajing loncat memancat dam truk yang sedang melaju kearah Mabar mengantarkan muatannya.Ketika itu mobil dam truk yang sedang melintas itu dipajat oleh bajing loncat untuk menguras muatannya , namun hal ini diketahui oleh para pengawasnya dan ditegur supaya dam truk tersebut jangan dipajat tapi para pelakunya melawan menggunakan senjata tajam dan langsung dibacok pengawas dan yang terkena bacok pada malam itu Roy .Oleh rekan rekannya Roy langsung dilarikan ke RS Pelabuhan Belawan kemudian pihak rumah sakit merujuknya ke rs di Medan untuk mengobati kaki kiri si Roy yang nyaris putus akibat dibacok pengawas gula pasir kristal. Teman teman Roy merasa dendam dan langsung melakukan penyerangan ke dalam Pelabuhan Belawan mencari sipengawas namun tidak ketemu dan amarah mereka dilapiskan dengan membakar mobil dan membajak dam truk bermuatan gula pasir kristal 25 ton.(Hendrik/Mt)