Matatelinga - Medan, Puluhan massa yang tergabung dalam Serikat Mahasisawa Indonesia (SMI) melakukan aksi unjuk rasa diarea bundaran air mancur jln.Gatot Subroto Medan, Rabu (25/6/2014), massa menuntut Lawan pemilu borjuasi 2014 yang akan melahirkan razim pro pasar bebas.Pantauan dilokasi, massa mengagenda penguasa kedapan yang terpilih adalah melanjutkan langkah penyelmatan krisis kaptalisme yang telah bergulir sejak tahun 2008. Skema yang dilakukan untuk menyelamatkan krisis antara lain dengan melanggengkan kompetisi pasar bebas (Globalisasi), untuk melaksnakan liberalisasi modal, tenaga kerja, dan pasar.Safral selaku pemimpin aksi unjukrasa mengatakan arus pasar bebas akan menjadi ancaman juga bagi pekerja indonesia yang dalam statistika pekerja indonesia yang sebesar 121,19 juta jiwa. Dengan angka didominasi oleh lulusan SD sebanyak 56,67 juta (46,7%), SMP 22,1 juta (18,25%), SMA 11,03 juta (9,10%), diploma 3,41 juta (2,81%) dan sarjana 8,36 juta (6,90%). Sementara angka pekerja asing terus bertambah per 2013 sebanyak 68,957 orang dari tahun 2009 yang sebanyak 58,091 jiwa. Hal ini akan mengancam lapangan kerja buruh indonesia, karena dengan kualitasa yang minim akan kalah bersaing dengan pekerja asing yang memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik, Ujarnya.Atas kesadaran dan kebutuhan rakyat dengan perspektif dan kesadaran politik maupun ideologi yang tidak lagi mau berkolaborasi dengan elit politik, maka dari itu serikat mahasiswa indonesia menyerukan perlawanan pada MEA (perdagangan bebas), pemilu borjuasi 2014, swastanisasi BUMN, pemotongan subsidi sosial, kapitalisasi pendidikan, liberalisasi tenga kerja, dan politik upah murah.(Riadi/mt)