MATATELINGA, Medan- Satuan Intel Polrestabes Medan berhasil meringkus 2 orang oknum mahasiswa karena melakukan pemerasan terhadap seorang pegawai negeri sipil yang menjabat sebagai Kepala Rutan kelas II B Humbang Hasundutan berinisial RB (42) warga komplek Taman Setia Budi Indah, blok OO.Kedua pelaku berinisial AH dan seorang rekanya berinisial W juga seorang oknum mahasiswa dikota Medan. Keduanya tertangkap tangan oleh Polisi berpakaian preman dari Sat Intel Polrestabes Medan. Rabu (23/6/2021) sekira pukul 05.00 WIB saat menerima uang sisa pemerasan dari korban sebesar Rp 5.000.000 di salah satu cafe di Jalan STM, Kelurahan Sitirejo, Kecamatan Medan Amplas.Kanit Pidana Umum ( Pidum ) Iptu Reza menjelaskan bahwa kedua pelaku melakukan Pemerasan terhadap korban dengan modus menakut-nakuti korban selaku KA. Lapas Humbang Hasundutan dengan mengancam akan melakukan demonstrasi di depan Kanwil Menkumham terkait dugaan adanya rutan kelas II B Humbang Hasundutan marak Peredaran Narkoba dan adanya jasa menyediakan PSK."Pelaku pada tanggal 21 Juni 2021 menelpon korban sembari mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa di kanwil Menkumham sembari meminta uang sebesar Rp.75.000.000 agar aksi unjuk rasa itu tidak dilakukan. Setelah itu korban berkordinasi pada penasehat hukumnya yang kemudian berkordinasi kembali pada anggota Intel Polrestabes Medan,"ucap Kanit Pidum.[br]Lanjutnya lagi, kemudian korban menelpon para pelaku dan berjanji untuk menyerahkan uang yang diminta dan sepakat bertemu di rumah kopi di Jalan STM."Sebelumnya, tanggal 22 Juni 2021, korban sudah mentransfer uang ke rekening pelaku AH uang sebesar Rp. 5.000.000 selanjutnya antara korban dan kedua pelaku sepakat untuk bertemu di rumah kopi di Jalan STM untuk menyerahkan uang sebesar Rp 5.000.000 lagi. Saat bertemu dan uang sudah diserahkan, keduanya diamankan Satuan Intel Polrestabes Medan dan diserahkan ke unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan dengan uang kontan sebesar Rp.5.000.000, tanda bukti transfer melalui bank BCA dan photo surat pemberitahuan aksi unjuk rasa dari garda mahasiswa.( Suriyanto )