MATATELINGA, Medan- Nasib malang dialami oleh seorang bocah lelaki yang duduk di kelas 3 bangku Sekolah Dasar ( SD ) swasta di kota Medan. Saat sedang asyik mengerjakan tugas sekolah yang diberikan gurunya secara online, AS (9) warga Jalan Pelopor, Kekurangan Teladan, Kecamatan Medan Kota malah jadi korban perampokan oleh dua orang pria tak dikenal mengguanakan sepeda motor Honda Beat. Setelah berhasil merampas handphone android pelajar SD tersebut, kedua pelaku langsung kabur setelah korban ( AS ) meneriaki pelaku. Rabu (21/7/2021)Menurut AS saat diwawancarai di lokasi kejadian pada (22/7) kejadian itu terjadi pada saat ia duduk disalah satu rumah tak jauh dari rumahnya untuk mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh gurunya secara online.Karena tak memiliki kuota internet, ia pun berusaha menumpang WiFi ke rumah tetangga. Namun saat asyik belajar, dua orang pria yang tidak dikenal datang dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat langsung merampas handphone android miliknya.AS yang merupakan putra dari pasangan Sajali (43) dan Ratna Sabar Wati (38) yang berprofesi sebagai penarik becak bermotor hanya bisa berlari dan berteriak-teriak sambil mengejar para pelaku.Namun sayang, suasana saat itu sedang sepi hingga keduanya berhasil melarikan diri dan membawa kabur Handphone merk Oppo miliknya."Aku lagi belajar online om, datang dua orang naek Honda Beat langsung ngambil hape aku om, aku kejar sambil berteriak-teriak maling namun mereka melarikan diri,"sebut AS dengan wajah sedih.Seorang saksi mata, yang merupakan tetangga AS, bernama Lina Br Sipahutar pada awak media menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada saat ia sedang duduk di warung miliknya. Saat itu korban sedang duduk sambil memegang handphone."Sore itu aku lagi duduk di warung, ku lihat anak itu duduk di depan warungku sambil maen handphone, tiba-tiba datang dua orang pakai baju putih, naek sepeda motor langsung mengambil handphone si AS itu, aku lihat AS mengejar para pelaku sambil berteriak-teriak" maling...maling" namun karena suasana lagi sepi, para pelaku berhasil kabur membawa barang rampokanya, "pungkas Lina Br Sipahutar. ( mtc/Suriyanto )