MATATELINGA, Medan- Berawal Dari peristiwa kecelakaan yang melibatkan angkutan dalam kota 517 jurusan Olimpia-Tembung, Kecamatan Percut Seituan dengan sepeda motor BK 4776 AGL yang dikemudikan oleh Muhammad Refandi yang merupakan warga Kelurahan Sukaramai II, di Jalan Asia berakhir tawuran. Selasa (27/7/2021) pukul 08.00 WIB.Peristiwa bermula pada saat Muhammad Refandi besama istri dan anaknya yang masih balita mengendarai sepeda motor matic di Jalan Asia Mega, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, namun saat diperjalanan, satu unit ankutan umum 517 yang dikendarai oleh Rio, warga Tembung menabrak sepeda motor Fefandi dari belakang yang mengakibatkan ketiganya jatuh ke aspal.Terkejut melihat anak dan istrinya terjatuh dan sepeda motornya rusak, koranpun mencoba meminta pertanggungjawaban dari supir angkot yang dikemudikan oleh Rio.Namun bukanya tanggung jawab, Rio mlaah terlibat cekcok tak mau bertanggung jawab dengan dalih tak bersalah malah menelpon rekan-rekannya sesama supir.Keributan pun tak terhindari, Refandi pun dipukuli oleh para supir angkutan umum ( angkot ) akibatnya, pangkal hidungnya luka.Warga sekitar yang mengetahui rekanya dikeroyok supir angkutan umum langsung tiba di lokasi untuk membantu korban. Akibatnya tawuran pun Tak terelakan."Aku lagi naik sepeda motor sama anak dan istri ku, tiba-tiba ditabrak sama angkutan umum dari belakang, kami jatuh, terus ku minta tanggung jawab, bukanya bertanggung jawab malah supir angkot itu manggilin kawan-kawannya yang datang langsung ngeroyok aku. Ntah bagaimana, warga Sukaramai II rame datang, tak ada ku panggil hingga terjadilah keributan"sebut Refandi saat ditemui di Polsek Medan Area.[br]Sementara itu seorang keluarga Refandi bernama Eliani di lokasi kejadian mengatakan bahwa saat itu keponakanya ( Refandi ) mengaku kesal dengan ulah supir angkutan umum yang ugal-ugalan."Udah dia yang nabrak, dia yang mukulin, bawa kawan pula 4 angkutan umum, ponakan aku itu bawa bayi, kalau ada apa-apa cemana, bisa digantinya nyawa, macem betol aja dia,"sebut keluarga korban.Pihak Kepolisian Sektor Medan Area yang menerima laporan adanya keributan dilokasi langsung menuju ke lokasi untuk mengamankan situasi.[br]"Saat itu kami lagi patroli, kami lihat di lokasi ada keramaian, rupanya setelah di cek ada tawuran akibat laka lantas. Selanjutnya kerumunan kita bubarkan untuk mencegah penyebaran Covid 19 lalu kedua pihak kita bawa ke Polsek Medan Area, "pungkas Ipda Sartono selaku Kanit Binmas. ( Suriyanto )