MATATELINGA, Toba- Selamat Sianipar (45) warga desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, akhirnya meninggal dunia di RSU Adam Malik Medan, Minggu (1/8/2021) sekira pukul 16.30 Wib. Selamat Sianipar meninggal diduga karena covid.Kematiannya pun banyak menuai kontroversi di media sosial terkiat cara penanganan Selamat yang berkeliaran untuk melakukan penyebaran virus corona.Postingan Shinta Sianipar dipenuhi ucapan turut berduka cita dari para netizen. Ada pula yang menyayangkan tindakan pemukulan yang terjadi terhadap Selamat waktu itu.Menurut kepala desa Pardomuan Timbang Sianipar, warga melakukan penanganan terhadap Selamat Sianipar hanya untuk menangkap dan mengirimkan Selamat ke rumah sakit karena sudah banyak yang resah terkait ulahnya yang memeluk dan meludahi warga Pardomuan.
Klik Juga:Ambulans Jenazah Covid-19 DirusakWarga menggunakan alat seadanya yang bertujuan menjaga jarak dengan Selamat, hingga terjadi pemukulan karena Selamat terus berontak.Direktur RSUD Porsea, Tommy dr Tommy Siahaan ketika dikonfirmasi, sekira pukul 17.00 Wib, membenarkan kabar meninggalnya Selamat Sianipar di RSU Adam Malik."Ia benar, dia meninggal dunia sekira pukul 16.30 tadi sore di umah Sakit Adam Malik Medan," ujar Tommy.Dikatakannya, pasca dilakukan PCR terhadap Selamat Sianipar, hasilnya menunjukkan Selamat Sianipar benar positif Covid-19. Kondisi Selamat semakin memburuk ditambah gangguan jiwa sehingga tidak memungkin dirawat di RSUD Porsea. Selamat terpaksa dirujuk ke Adam Malik (28/7) lalu."Beliau kita rujuk ke Medan setelah kondisinya semakin memburuk pada hari Rabu lalu, bahkan dari hasil tes PCR di RSU Adam Malik juga menunjukkan hasil yang sama, Selamat Sianipar positiv Covid-19," terang Tommy.