MATATELINGA.Belawan- Kapal Motor (KM) United bertangkahan pada salah satu gudang di Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan, terbakar ketika sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan di kawasan Perairan Pulau Berhala, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa siang kemaren (03/08/2021).Dalam kejadian tersebut, nahkoda kapal, Muhammad Ali Simanjuntak (50) warga Kapung Salam Lingkungan 18 Kelurahan Belawan ll Kecamatan Medan Belawan Kota Madya Medan tewas dan mayatnya sudah dikebumikan oleh pihak keluarga pada Rabu (04/08/2021) dipemakaman Umum di Jalan TM Pahlawan Kelurahan Belawan l Kecamatan Medan Belawan.Sementara 2 ABKnya masing masing,Jhon dan Marga Simatupang dinyakatan hilang dan kini masih dalam pecarian petugas gabungan dari Belawan. Belum diketahui secara pasti penyebab terbakarnya kapal motor penangkap ikan tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Baca Juga:Untuk Cegah Penyebaran Corona Pemerintah Ubah Libur Tahun Baru Islam Jadi 11 AgustusKeterangan yang dihimpun wartawan di Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan, Rabu (04/08/2021) menyebutkan, korban tewas dalam peristiwa kebakaran kapal tersebut, pada Selasa malam telah tiba di pelabuhan perikanan Gabion Belawan, dan selanjutnya oleh petugas kepolisian dari Ditpolairdasu diboyong ke RS Bhayangkara Medan, untuk dilakukan pemeriksaan.Informasi lain yang diperoleh wartawan, sejumlah awak kapal KM United yang selamat antara lain Ilham, Abdul Lase, Gunawan, Hotma, Syahrial dan Putra, kini masih dimintai keteranga dikantor Ditpolairud Polda Sumatera Utara di Jalan TM Pahlawan Kelurahan Belawan l Kecamatan Medan Belawan.[br]Kuanca atau Kepala Kamar Mesin (KKM) KM United, Abdul Lase, yang ditanyai wartawan, di Belawan mengatakan, meskipun asal api diduga berasal dari kamar mesin, namun ia sama sekali tidak mengetahui penyebab terjadi kebakaran, apakah karena konseleting atau adanya penyebab lain.Menurutnya, saat terjadi kebakaran ia sedang beristirahat, tiba-tiba terdengar teriakan dari para ABK, bahwa kapal mereka terbakar.Para ABK KM.United juga mengatakan, dalam kejadian tersebut mereka dapat kembali ke darat setelah diselamatkan oleh sejumlah kapal nelayan lain, yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi kejadian. (Mtc/rompas)