MATATELINGA. Belawan - Ratusan warga yang menempati pasar Impres di Jalan Pasar/ Jalan Bunga Kelurahan Belawan ll Kecamatan Medan Belawan Kota Medan ini banyak yang menutup kiosnya atau gulung tikar akibat tidak adanya pembeli maupun yang mendatangi kios mereka.Hal tersebut disampaikan salah seorang pedagang pakaian dipasar Impres Belawan pada Senin, (09/08/2021),Sukma (40) warga Pajak Baru Kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Medan Belawan.Semenjak negara kita dilanda Vorus Corona Covid-19 ditahun 2020 yang lalu hingga sekarang ini, kios kios kami disi jarang didatangi pengunjung untuk berbelanja pakaian.Ditambah lagi Pemerintah memberlakukan PPKM maka,pedagang sudah ada yang menutup kiosnya karena sepinya pengunjung.
Baca Juga:Kapoldasu Beri Arahan Percepatan Penanganan Covid-19 di Simalungun Guna Mendukung Intruksi PresidenKios mesti dibayar kedinas Pasar, Air,Lampu dan uang sampah juga mesti dibayar.Warga yang menutup kiosnya tersebut takut banyak utangnya.Untuk makan sehari hari saja kami para pedagang disini banyak yang berutang.Apa lagi warga makan mungkin mereka datang untuk membeli pakaian,untuk membeli sembako saja kepayahan,kata Sukma.Sukma yang mewakili seratusan para pedagang pakaian dipasar Impres Belawan ini minta kepada Pemerintah Indonesia khusunya Pemerintah Sumatera Utara Bapak Edy Rahmayadi dan Pemko Medan Bapak Muhammad Afid Bobi Nasution untuk dapat membantu kami didalam masa Cocid-19 dan PPKM ini.Tolonglah Pak, kami ini masyarakat kecil yang tidak memiliki usaha yang lain, jelas Ibu Rodiah menambahkan.[br]Pengamatan Wartawan ini di Belawan, sudah banyak para pedagang pakaian yang menutup kiosnya karena takut terlilit uang dengan PD Pasar Medan.Disamping sepinya pengunjung ke Pasar Inpres Belawan dimusim Covid-19 ini,Pasar Impres Belawan terkesan jorok. Jika hujan airnya menggenangi lantai, maka warga enggan berkunjung. (Mtc/rompas)