MATATELINGA. Asahan - Warga kelurahan Bunut kecamatan Kisaran Barat Asahan dengan enam lingkunga serta berpenduduk sekitar 900 kepala keluarga, sejak Selasa 17 Agustus 2021 sekira pukul 01.00 Wib dini hari terpaksa harus mengemasi barang barang yang dapat diselamatkan, pasalnya luapan air sungai Bunut yang merupakan anak sungai Sei Silau telah memasuki rumah warga setempat.Keterangan yang dapat dihimpun dari warga setempat mengatakan dalam beberapa hari ini curah hujan di daerah Bunut kecamatan Kisaran barat dan daerah lainnya cukup tinggi, sehingga sungai Bunut yang mengalir didaerah ini tidak lagi dapat menampung debit air yang datang, ujar Warjito.Warjito juga mengatakan kami tidak sempat lagi menyelamatkan barang barang yang mudah rusak, air sudah memasuki rumah kami terlebih lagi saat itu kami sedang tidur dan suasana juga hujan mengguyur, hingga saat ini air belum surut.
Baca Juga:Waka Polda Sumut Hadiri Upacara Hari Kemerdekaan di Lanud SoewondoSecara terpisah Dodi warga setempat juga mengatakan di kelurahan Bunut ini terdapat 6 lingkungan dengan penduduk berjumlah sekitar 900 kepala keluarga.Banjir datang sekira pukul 01.00 Wib dini hari pada Selasa 17 Agustus 2021, saat itu suasana hujan deras sejak hari Senin 16 Agustus 2021, dan akibat luapan air sungai Bunut yang tidak lagi dapat menampung debit air tersebut maka rumah kami menjadi sasarannya.Hingga saat ini kami bersama warga yang lain belum mendapatkan bantuan apapun, sementara kami juga mendapaat kabar bahwasanya dari kelurahan Bunut akan membagikan sebanyak 20 paket bantuan sembako kepada warga, namun kami di kelurahan Bunut ini berpenduduk sekitar 900 kepala keluarga, tidaklah mungkin bantuan tersebut dibagikan, dan ketinggian air yang merendam rumah warga antara setengah meter hingga setinggi satu setengah meter, dan banyak warga masyarakat yang mengungsi ke tempat yang lebih aman.[br]Sementara untuk memenuhi kosumsi warga yang terdampak banjir ini, warga masyarakat melakukan gotong royong dengan memberikan bantuan nasi umat serta bantuan dari para pengendara yang melintasi jalinsum ini, namun hingga saat ini kami bersama warga lainnya belum mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah setempat, pungkasnya. (Mtc/ben)