MATATELINGA, Asahan: Curah hujan yang sangat tinggi menambah kesengsaraan warga masyarakat desa Meranti Kabupaten Asahan. Terlebih saat ini warga masyarakat sedang berjuang melawan pandemi covid 19 dimasa PPKM.Rumah dan perladangan serta persawahan menjadi sasaran amukan luapan air sungai Srani yang merupakan aliran sungai Bunut Asahan tidak lagi dapat menampung debit air tersebut, demikian juga limpahan air dari areal Perkebunan PT. Bakrie Sumatera Plantations (BSP) turut merusak tanaman padi milik warga masyarakat.D.Ginting (58) warga Meranti kepada matatelinga.com, Rabu (18/08/2021) mengatakan hujan turun hampir setiap hari dan hingga kini hujan masih mengguyur."Sehingga semua aktivitas warga masyarakat terhenti, terlebih lagi persawahan dan perladangan serta rumah penduduk sudah terendam air banjir,"ujarnya.Lebih lanjut D.Ginting mengatakan areal persawahan milik warga di desa ini yang baru tertanami padi kurang lebih satu bulan lalu membuat ratusan hektar tanaman padi terendam air dan hancur serta diperkirakan akan gagal panen, sehingga desa Meranti yang merupakan salah satu lumbung padi di Asahan ini mengalami kekurangan pangan khususnya padi.
Baca Juga:Warga Kelurahan Bunut Belum Mendapat Bantuan Meski Rumahnya Terendam Banjir"Kami warga masyarakat desa Meranti berharap Pemerintah Kabupaten Asahan untuk segera memberikan teguran kepada owner PT.BSP agar membuatkan parit yang dapat menampung luapan air tersebut, sehingga luapan air itu tidak merusak tanaman pangan warga masyarakat, air ini menggenangi persawahan oleh karena drainage milik kebun BSP tidak ada,"bebernya.Selain persawahan milik warga masyarakat yang tergenang juga pemukiman warga masyarakat di beberapa desa di kecamatan Meranti ini juga tidak luput dari terjangan air banjir, salah satunya jebolnya benteng sungai Srani di desa Meranti membuat rumah warga terendam luapan air sungai tersebut hingga setinggi 0,50 meter sampai 1.00 meter."Sampai saat ini bantuan Pemerintah Kabupaten Asahan kepada warga masyarakat terdampak beluam ada, dan kami warga masyarakat desa Meranti sangat berharap Pemerintah Kabupaten Asahan memperhatikan nasib kami yang akan menghadapi gagal panen akibat banjir ini,"pungkasnya. (mtc/ben)