Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Terkait Kasus Plat Kendaraan Konsullat Rusia Diduga Palsu, Ini Kata dr Fauzi, Penasehat Hukum dan Direktur Polri Watch

Terkait Kasus Plat Kendaraan Konsullat Rusia Diduga Palsu, Ini Kata dr Fauzi, Penasehat Hukum dan Direktur Polri Watch

- Jumat, 27 Agustus 2021 19:45 WIB
Matatelinga.com
MATATELINGA, Medan- Terkait kasus penggunaan plat beberapa mobil berplat CC 37, merupakan kendaraan konsulat Rusia yang digunakan oleh dr Muhammad Fauzi, yang mana menurut pihak Satreskrim dan Satlantas Polrestabes Medan adalah palsu atau tidak terdaftar di Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut.

Dan telah diamankan ke Polrestabes Medan, akhirnya dr Muhammad Fauzi Nasution, penasehat hukum dan Direktur Polri Watch melaksanakan konferensi pers di kediaman H. Salom, di Jalan Perdana Medan. Jumat (27/8/2021) pukul 15.00 WIB.

Dalam konferensi pers, H. Salom selaku Direktur Polri Watch pada sejumlah awak media yang hadir mengatakan terkait penyitaan 4 unit mobil milik dr FZ yang dikatakan memakai plat konsulat Rusia palsu tampa izin, merupakan pelanggaran lalu lintas, namun kenapa yang melakukan penyitaan adalah Satreskrim Polrestabes Medan.

"Mobilnya di parkir di rumah dr FZ disita tanpa ada surat sita dan hanya berdasarkan surat dari kementerian luar negeri yang mana surat tersebut tebusanya ke Direktorat Lalu Lintas, saya melihat dari Polri Watch, bahwa Satreskrim telah menyalah gunakan wewenang dan jabatannya dalam melakukan penyitaan. Mobil dr FZ hanya 1 unit saja yang ditilang, dan mobil lainya tidak ada dilakukan tindakan hukum apapun,"ucap H. Salom.

Lanjutnya lagi, tadi malam ( 26/8) mobil Mercedes Benz sudah dikembalikan, dan bila dalam rangka penyelidikan kenapa dikembalikan.

Sementara itu, Ali Piliang SH selaku kuasa hukum dari dr FZ berkenaan tindakan Kepolisian, Ali beranggapan bahwa tindakan Satreskrim Polrestabes Medan terlalu tergesa-gesa.

[br]

"Dalam beberapa media disebutkan bahwa klien kami ditangkap, ini membuat klien Kami merasa harkat dan martabatnya diserang. Yang ada klien kami datang ke Satreskrim Polrestabes Medan, kapasitas dr FZ ini kan sebagai perwakilan konsulat Rusia yang resmi untuk di Sumatera Utara.

Kalau ditanya apakah plat mobil ini palsu atau tidak, tadi udah disampaikan bahwa plat mobil tersebut adalah asli yang ada dikantornya, artinya dr FZ tidak pernah membuat sama sekali plat kendaraan konsulat Rusia tersebut,"ucap kuasa hukum.

Katanya lagi, dalam hal ini, klien kami bertindak bukan sebagai pribadi tapi merupakan perwakilan dari negara lain yang ada di sini.

"Kami sangat menyayangkan tindakan Kepolisian, seharusnya cross Cek dulu. Karena tadi malam, mobil itu dikembalikan. Dan saat dikembalikannya ada tanda terima. Artinya tidak ditemukan unsur tindak pidana. Apakah penyitaan ini sudah mendapatkan izin dari pengadilan. Jangan lah ada tindakan oknum yang salah, berakibat jadia masalahnya kemana-mana.

Kami dan tim akan melakukan tindakan hukum terhadap apa yang telah menimpa diri klien kami. Kami akan melakukan pra peradilan dan keberatan lainya,"ucap Ali Piliang SH.

[br]

Ali juga menyampaikan bahwa hal ini merupakan PR untuk Kapolda Sumatera Utara, jika ada oknum-oknum yang tidak mampu bekerja, ya diganti saja.

Diakhir konferensi pers dr FZ menyampaikan bahwa ia mengaku benar-benar perwakilan konsulat Rusia.

"Saya mewakili kepentingan negara Rusia yang ada Pulau Sumatera, kenapa saya katakan begitu, selama lebih dari tahun 2013, saya sudah mengurus kepentingan Rusia di Sumatera dan Aceh. Pada waktu itu saat di rumah sakit, saya bilang sama supir saya.

Setelah melakukan tugas operasi sebagai dokter bedah, saya bilang ke supir saya, mobil tinggalkan saja, saya akan pulang sendiri, namun saya dapat kabar dari supir, bahwa handphone supir saya tersebut disita sama Reskrim Polrestabes Medan, lalu saya tanya, apa masalahnya, lalu supir saya bilang masalah plat CC, lalu saya tanya lagi, kamu lagi jalan atau gimana, dijawab sama supir saya lagi parkir, lalu saya tanya, apa motif kejahatannya,"ucap dr FZ.

Katanya lagi, sekira pukul 21,00 WIB, saya pergi ke Satreskrim Polrestabes Medan untuk melepaskan supir saya, disana saya juga dimintai keterangan dan dijawab apa adanya.

"Salah satu pertanyaan dari penyidik adalah "apakah bapak perwakilan dari negara Rusia, lalu saya jawab iya. Lalu saya tunjukkan surat kuasa saya dari kedutaan besar negara Rusia. Orang yang menyebutkan saya sebagai konsulat Jenderal.

Saya sebagai perwakilan Kedubes Rusia. Bila ada orang Rusia yang datang atau ada orang Rusia yang terlantar saya bawa ke Konsullat Rusia, kalian bisa datang ke Jalan M Karim, lihat apa Kedubes Rusia dan bendera Rusia masih ada disitu,"ucap dr FZ.

[br]

Katanya lagi, itu artinya konsulat Rusia masih ada disitu. Walaupun aktivitasnya masih terhenti sekian lama. Dan dalam proses pembukaan kembali, bila disetujui pemerintah Indonesia.

"Tugas saya adalah mewakili kepentingan negara Rusia yang ada di Medan. Saya pernah datang sama Kapoldasu, zamannya pak Riko,'pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Satreskrim Polrestabes Medan dan Satlantas Polrestabes Medan telah mengamankan 4 unit mobil diantaranya 1 unit mobil Mercedes Benz berplat CC 37 01, 1 unit mobil sedan BK 119 FZ , 1 unit mobil Hyundai CC 37 02 dan 1 unit mobil Pajero sport berplat CC 37 07. Keseluruhan mobil tersebut diduga tidak terdaftar di Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut sebagai mobil Konsulat Rusia yang ada di Medan. ( Suriyanto )

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Ketua DPRD Medan Apresiasi Polrestabes Medan Buru Begal, Bandar Narkoba dan Pelaku Kejahatan Lainnya

Berita Sumut

Selain "Tempat Hiburan, Tempat Ternak Ayam dan Bebek di Jadikan Transaksi Narkoba"

Berita Sumut

Kabarnya, "Pecatan TNI Edarkan Narkoba Polisi Datang"

Berita Sumut

Biaya Pemeriksa Kesehatan Memperoleh SIM Rp 30.000/Orang, Dananya Mengalir Kemana....?

Berita Sumut

Kasat Reskrim dan Lantas Polrestabes Medan Diganti

Berita Sumut

Dua Wanita Loncat Hingga Tak Sadarkan Diri, Akibat Apa...?