Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kapolri Diminta Turun Tangan Tangani Kasus Perampokan di Simpang Limun

Kapolri Diminta Turun Tangan Tangani Kasus Perampokan di Simpang Limun

- Kamis, 02 September 2021 13:00 WIB
mtc/ist
Lambannya kinerja Polrestabes Medan dalam mengungkap kasus perampokan yang terjadi di Pasar Simpang Limun beberapa waktu lalu, menjadi sorotan masyarakat Kota Medan.
MATATELINGA, Medan:Lambannya kinerja Polrestabes Medan dalam mengungkap kasus perampokan yang terjadi di Pasar Simpang Limun beberapa waktu lalu, menjadi sorotan masyarakat Kota Medan.

Sebab, akibat insiden tersebut menimbulkan keresahan yang sangat besat terhadap masyarakat. Bahwa di wilayah kota Medan ada maling yang menggunakan senjata api yang berkeliaran.

Demikian disampikan Pengamat sosial sekaligus mantan pengawas Polri era 2000-an, Bakhrul Khair Amal, Rabu (1/9).

Dia menilai, aksi yang perampokan tersebut tergolong sangat nekat, karena pelaku berani berhadapan dikeramaian dan melakukan aksinya siang hari. Terlebih lagi pelaku menggunakan senjata api.

Seharusnya, lanjut Bahkrul, kepolisian bisa dengan cepat melakukan pengejaran. Sebab barang bukti dan kronologi secara terang benderang terbuka di lokasi.

"Mulai dari peluru yang tertinggal, CCTV yang ada di lokasi, keterangan para warga, dan beberapa fakta lainnya," kata Bahkrul.

Namun sangat disayangkan, sampai saat ini kepolisian belum dapat meringkus pelaku. Sehingga kata Bahkrul, publik berasumsi adanya keterlibatan oknum aparat dalam kejadian perampokan toko emas itu.

"Karena pencuri itu pakai senjata tentu kita bisa duga kuat itu adalah oknum aparat. Karena sumber senjata itukan dari penegak hukum," ujarnya.

"Secara fakta alat-alat senjata itukan punya aparat. Sumber senjatanya dari mana. Selongsong yang ada itu bisa menjadi alat bukti, jadi sebenarnya banyak yang bisa disimpulkan dari dugaan sementara," tambahnya.

Selain itu, Bahkrul mengungkapkan, bahwa penanganan yang dilakukan oleh Polrestabes Medan terkesan sangat lamban. Hal itu bisa dilihat berdasarkan kasus-kasus sebelumnya, ada rentetan pencurian yang terjadi di wilayah Medan belum terungkap.

Misalnya kasus di Jalan KL Yos Sudarso, Medan Labuhan pada April 2018 silam dan kasus perampokan di Indomaret Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Barat.

"Maka yang menjadi persoalannya perlu ada monitoring dan evaluasi terhadap kepemimpinan Kapolrestabes Medan terhadap Kapolri sebagai pimpinan tertinggi," tegasnya.

Untuk itu, Bakhrul menilai, kinerja Polrestabes Medan diragukan dapat memberikan keamanan kepada masyarakat Kota Medan.

"Seharusnya negara hadir memberikan keamanan dan kenyamanan tentang kekerasan dan pelanggaran hukum yang nyata dan fakta. Jadi Kapolri dan Kapolda Sumut harus turun tangan menyelesaikan persoalan penegakan hukum ini," pungkasnya. (*/mtc)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait