MATATELINGA, Medan -PA ibu kandung RAP (10) yang menjadi korban pencabulan dan penyiksaan oleh 10 orang pria beberapa hari yang lalu, menghadiri panggilan penyidik PPA Polrestabes Medan, Kamis (2/9/2021) didampingi penasihat hukumnya, Irwansyah Nasution. Mereka tiba di Mako Polrestabes Medan sekitar Pukul 10.30 WIB."Kita datang ke Polres ini karena dipanggil penyidik Unit PPA Polrestabes Medan,"kata Irwansyah yang akrab disapa Ibey ini.Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan atau Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Panit PPA Ipda Cristin. Irwansyah Nasution megatakan, sejauh ini masih dimintai tambahan keterangan mengenai kejadian yang dialami korban.Hingga saat ini, pemeriksaan juga masih berlanjut dan mereka baru saja ditanyai kondisi anak tersebut. Sesuai pengalaman korban, kepada penyidik kata Ibey korban mengenali pelaku.Ibey berharap, penyidik dapat segera mengungkap kasus tersebut. Apalagi korban mengenali dua diantara pelaku yang sempat membuka topeng penutup wajahnya.Hingga saat ini, korban masih mengalami trauma apalagi dubur korban berdarah sesuai keterangan PA ibunya. Korban juga sempat enggan ke kantor Polisi karena masih ketakutan."Karenanya, kami berharap penyidik PPA lah yang menjemput bola dan didampingi oleh psikolog dan melakukan pemeriksaan di tempat dirumah korban, sehingga korban mau benar-benar menceritakan apa yang dialaminya,"sebut Ibey.Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi pada awak media saat dikonfirmasi di ruang kerjanya ( 2/9) mengatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan."Untuk kasus ini masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan sambil menunggu hasil visum,"pungkas Hadi Wahyudi. ( mtc/Suriyanto )