Revitalisasi Lapangan Merdeka Usung Konsep Pelestarian Ruang Kota Bersejarah dan Konteks Dinamika Rancang Kota Kontemporer

- Sabtu, 25 September 2021 00:45 WIB
Mtc/ist
Revitalisasi Lapangan Merdeka Usung Konsep Pelestarian Ruang Kota Bersejarah dan Konteks Dinamika Rancang Kota Kontemporer
MATATELINGA. Medan -Sejalan dengan aspirasi masyarakat, Wali Kota Medan Bobby Nasution tengah mengagendakan revitalisasi Lapangan Merdeka. Selain sebagai Ruang Terbuka Hijau, revitalisasi ini mengusung konsep utama pelestarian ruang kota bersejarah dipadukan dengan konteks dinamika rancang kota kontemporer.

Kebijakan ini menuai apreasiasi karena wujud komitmen Bobby Nasution dalam melindungi Lapangan yang bersejarah itu.

"Lapangan Merdeka memang patut dilindungi. Harus ada upaya untuk merawat dan menjaga keasriannya. Di antaranya melalui revitalisasi," ujar pengamat sosial budaya, Suyadi San, S.Pd., M.Si., Jum'at (24/09/2021)

Baca Juga:Lemkapi Beri Penghargaan Presisi Award Kepada Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut

Tak hanya pengamat, bahkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga memuji dan mendukung Bobby Nasution merevitalisasi Lapangan Merdeka. Dukungan itu disampaikan Gubsu saat memimpin rapat koordinasi yang diikuti Bobby Nasution, Senin (20/09/2021) kemarin.

Dalam rapat itu, Edy memberikan dukungan kepada Bobby Nasution untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka. Terlebih Bobby menunjuk Kepala Bappeda Medan Benny Iskandar untuk memaparkan gambaran Lapangan Merdeka kelak setelah dilakukan revitalisasi.

"Saya lihat gambaran revitalisasi Lapangan Merdeka yang dibuat Bobby bagus. Saya dukung itu. Coba dibantu Rp100 miliar dari mana dananya coba dicari tahu dulu," kata Gubernur kepada Kepala Bappeda Sumut Hasmirizal Lubis dalam rapat tersebut.

Untuk revitalisasi Lapangan Merdeka, Pemko Medan membutuhkan dana sekitar Rp174 miliar. Karena itu, Pemko Medan akan mengupayakan anggaran untuk revitalisasi itu.

[br]

Bobby Nasution menyebutkan, mengatakan, revitalisasi ini diharapkan menciptakan keterhubungan antara Kesawan, Lapangan Merdeka, dan Stasiun Kereta Api.

"Revitalisasi ini juga harus membuat Lapangan Merdeka menjadi lebih bermanfaat. Diharapkan, persoalan parkir di kawasan tersebut terpecahkan melalui revitalisasi itu, yakni dengan membangun tempat parkir terpusat di bawah tanah.

Saat ditemui, Kepala Bappeda Medan, Benny Iskandar menjelaskan revitalisasi ini akan mempertahankan fungsi Lapangan Merdeka sebagai ruang terbuka publik dan menjadikannya sebagai Ruang Terbuka Hijau.

Di samping itu, lanjutnya, revitalisasi ini mempertahankan signifikansi sejarah dan karakter Lapangan Merdeka sebagai ruang terbuka publik, termasuk mempertahankan keberadaan pohon-pohon tua di sana. Dalam revitalisasi ini lanjutnya, juga dirancang tempat parkir yang akan dibangun di bawah tanah.

[br]

"Selain parkir, di basement juga akan diciptakan ruang ekonomi," ucap Benny seraya mengatakan, di Lapangan juga akan dibangun pendopo dengan berbagai fasilitas lainnya.

Pengamat sosial budaya, Suyadi San, S.Pd., M.Si., menilai Lapangan Merdeka juga merupakan situs kebudayaan. Karena itu memang patut dilindungi. Salah satu cara melindunginya adalah revitalisasi.

Revitalisasi ini juga sangat mendukung keberadaan Lapangan Merdeka sebagai paru-paru kota.

"Selain sebagai paru-paru kota, destinasi wisata Lapangan Merdeka adalah ikon Kota Medan," tambah Suyadi seraya mengatakan Pemko Medan juga sepatutnya berterima kasih kepada warga yang turut andil dalam menyelamatkan Lapangan Merdeka. (Mtc/rel)

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

15 Tahun Matatelinga : Sampai Hari Ini Kami Masih Setia Menjadi Penyampai Informasi Aktual dan Terpercaya

Berita Sumut

Irjen TNI Berikan Briefing kepada Pati Mabes TNI Bahas Berbagai Isu Terkini

Berita Sumut

Jangan Lewatkan Pertandingan Arsenal vs Manchester City di Community Shield

Berita Sumut

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Berita Sumut

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Berita Sumut

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?