Diperlukan Regulasi untuk Jaga Jaga Pasokan Komoditas Hortikultura

James Pardede - Selasa, 26 Oktober 2021 16:25 WIB
James P Pardede/Matatelinga.com
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Sumut Afifi Lubis membuka Focus Group Discussion mengenai pola tanam komoditi holtikuktura strategis Sumut di Hotel Garuda, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Selasa (26/10/2021).

MATATELINGA, Medan: Kekurangan pasokan sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai merah dapat menyebabkan terjadinya inflasi. Karena itu pasokan komoditas pertanian tersebut harus tetap dijaga, antara lain dengan membuat regulasi yang menentukan pola tanam komoditas ini di Sumut.Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Sumut Afifi Lubis pada saat membuka Focus Group Discussion mengenai pola tanam komoditi holtikuktura strategis Sumut di Hotel Garuda, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Selasa (26/10).Menurut Afifi, regulasi diperlukan untuk mengikat kabupaten/kota agar terintegrasi dalam hal pola tanam komoditas holtikultura. Seperti usaha penjualan buah durian “Ucok Durian” yang tidak pernah kehabisan stok durian sepanjang tahun. Hal itu disebabkan lantaran pola panen durian yang tidak sama di setiap daerah di Sumut. Berbeda dengan cabai merah yang terkadang ditanam bersamaan di setiap daerah. Sehingga pada akhirnya cabai merah dipanen secara bersamaan, sehingga cabai menumpuk dan harga jualnya pun anjlok. Namun di lain waktu stok cabai merah malah kurang dan harganya pun tinggi. "Cabai merah ini begitu pentingnya bagi kita, sehingga memberikan pengaruh inflasi," kata Afifi.Namun sebelum menentukan pola tanam, menurutnya, perlu berbagai perumusan, seperti kondisi cuaca atau musim di setiap kabupaten/kota. "Pola tanam membutuhkan bagaimana gambaran yang harus kita tahu, misalnya kapan cuaca bagus dan harus menanam, kapan musim hujan dan sebagainya, inilah yang perlu dirumuskan, " kata Afifi. Afifi mengharapkan FGD tersebut dapat menyelesaikan berbagai persoalan pola tanam di Sumut. Maka perlu dirumuskan secara bersama-sama oleh berbagai pihak terkait. Hasil FGD tersebut diharapkan jadi dasar untuk perumusan regulasi yang mengatur pola tanam. Selain itu, menurutnya, riset juga penting dilakukan guna meningkatkan kualitas komoditas pangan di Sumut. Ia menyontohkan Thailand yang berhasil melakukan hal itu. Banyak komoditas pertanian dan perkebunan Thailand yang mampu bersaing di pasar internasional."Thailand mampu bersaing di pasar internasional, mereka banyak melakukan riset bagaimana memodifikasi komoditas holtikuktura mereka, menurut saya ini perlu kita kuatkan, " kata Afifi. Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Naslindo Sirait mengatakan, pelaksanaan FGD tersebut bertujuan untuk merumuskan penyelesaian masalah pola tanam komoditi holtikultura strategis Sumut. Adapun komoditi yang jadi pembahasan antara lain cabai merah, bawang merah, bawang putih dan jagung.“Oleh sebab itu Pemprov Sumut mengundang banyak pihak mulai dari BMKG, Kepala Dinas Pertanian kabupaten kota, Kabag Perekonomian Kabupaten kota untuk membicarakan hal itu,” katanya. (mtc/james)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Pemprov Sumut Perkuat Pelayanan Hukum hingga Desa, Tingkatkan Kapasitas Paralegal

Berita Sumut

Pemprov Sumut Kembangkan 9.624 Hektare Bawang Putih, Dorong Kemandirian Pangan

Berita Sumut

Pemprov Sumut, Kementerian ESDM, dan PLN Perkuat Sinergi Kejar Target 100% Listrik Desa

Berita Sumut

Pemprov Sumut Dorong Sinkronisasi Perencanaan Pusat dan Daerah dalam Revisi UU SPPN

Berita Sumut

Pemprov Sumut Targetkan Predikat SAKIP BB, OPD Diminta Serius Tingkatkan Kinerja

Berita Sumut

Pemprov Sumut Dorong Percepatan PSEL Medan Raya, Groundbreaking Ditargetkan Desember 2026