Matatelinga - Medan, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Senin (7/7) menyaksikan latihan anti teror gabungan TNI-Polri dalam rangka pengamanan Pemilu Presiden 2014. Latihan yang melibatkan ratusan personel tersebut fokus penyelamatan kantor Wali Kota Medan yang disandera oleh sekelompok teroris.Selain Gubsu, juga tampak hadir Pangdam I/BB Mayjen TNI Istu Hari S, Kapolda Sumut Irjen Syarief Gunawan, Kajati Sumut Muhammad Yusni, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, serta unsur pimpinan muspida lainnya.Latihan dengan tema "Peningkatan Sinerji TNI/Polri di Sumut Dalam Rangka Pengamanan Pemilihan Presiden 2014" itu dilakukan dengan ilustrasi adanya kekecewaan terhadap hasil pemilihan legislatif.Kegiatan itu diawali dengan datangnya pasukan teroris ke kantor Wali Kota Medan dan berupaya melumpuhkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menguasai kantor instansi pemerintahan tersebut.Sejumlah anggota Satpol PP yang masih berada dalam kantor Wali Kota Medan berupaya menghubungi Polresta Medan untuk melaporkan adanya kelompok teroris yang beraksi.Setelah mengetahui informasi adanya kelompok teroris tersebut, Polresta Medan menyebar informasi itu ke jajaran kepolisian yang dilanjutkan dengan pengecekan oleh personel Patroli Kemitraan (Patra) Satuan Brimob Polda Sumut.Namun setibanya di kantor Wali Kota Medan, personel Patra Satuan Brimob Polda Sumut ditembaki sehingga melaporkan kebenarannya adanya kelompok teroris tersebut.Setelah itu, pihak kepolisian mengirim tim untuk memastikan jumlah teroris. Sedangkan personel Satuan Lalu Lintas bertugas untuk menghentikan seluruh arus lalu lintas menuju kantor Wali Kota Medan.Setelah mendapatkan kepastian tentang jumlah teroris, dikirim tim negosiasi dari Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Sumut sambil menyiapkan tim penembak jitu (sniper) jika negosiasi gagal.Kelompok teroris yang berada dalam kantor wali kota Medan tidak mau mengikuti mengikuti tim negosiasi dan bersikukuh dengan keinginannya yakni batalnya pelantikan caleg terpilih hasil Pemilu 2014.Disebabkan negosiasi gagal, dikirim tim penanggulangan teror dari Batalyon Infanteri (Yonif) 100/Raider dengan menggunakan helikoter untuk melakukan serangan dari udara.Sedangkan dari darat, dikirim tim gabungan Yonif 100/Raider dan Satuan Brimob Polda Sumut dengan peralatan lengkap untuk melumpuhkan kelompok teroris yang berada dalam gedung.Setelah memasuki kantor Wali kota Medan dengan memecahkan kaca pintu dan jendela, terdengar baku tembak antara pasukan TNI/Polri dengan kelompok teroris tersebut.Setelah baku tembak selesai, terdengar laporan jika kelompok teroris tersebut berhasil dilumpuhkan dan prajurit yang bertugas meminta dikirimkan mobil ambulan untuk membawa jenazah teroris yang tewas.Rangkaian latihan penanggulangan teror itu mendapatkan aplaus dari Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho, Pangdam I Bukit Barisan Mayken TNI Istu Hari, Kapolda Sumut Irjen Pol Syarief Gunawan, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, dan puluhan pejabat yang hadir.Sebelumnya Kapolda Sumut Irjen Pol Syarief Gunawan mengatakan, tahapan demi tahapan pelaksanaan menjelang Pilpres 2014 di Sumatera Utara sejauh ini dinilai berjalan dengan baik dan semuanya itu terjadi tidak terlepas dari sinergitas yang baik antara semua pihak.Untuk itu ia jug aberharap pelaksanaan Pilpres pada 9 Juli mendatang juga dapat berjalan dengan dengan baik, aman dan terkendali, sesuai dengan harapan semua pihak. "Dengan adanya kegiatan hari ini, diharapkan kita dapat mengecek semua personil dan kelengkapan dalam pelaksanaan pengamanan pilpres mendatang sesuai dengan SOP yang benar," katanya(Mt)