Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Lapangan Merdeka Berpotensi Segera Jadi Cagar Budaya

Lapangan Merdeka Berpotensi Segera Jadi Cagar Budaya

- Selasa, 02 November 2021 23:00 WIB
amrizal/matatelinga.com
Lapangan Merdeka merupakan tempat berkumandangnya kemerdekaan pertama kali untuk wilayah Sumatera Utara. kata Fikarwin saat ditemui, Senin (1/11/2021)
MATATELINGA. Medan - Berdasarkan hasil rapat dengan Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pengerjaan fisik akan dimulai awal tahun 2022. Selain menjadi RTH dan cagar budaya, Lapangan Merdeka pasca revitalisasi akan menjadi ikon baru Kota Medan. Revitalisasi Lapangan Merdeka yang akan dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution guna menjadikan lapangan yang kaya akan nilai sejarah itu sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan cagar budaya menuai banyak dukungan. Sebab, revitalisasi yang dilakukan itu sebagai jawaban atas aspirasi masyarakat yang menginginkan agar lapangan yang pada masa penjajahan Jepang diberi nama Fukuraido itu dikembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka.

Keinginan Bobby Nasution merevitalisasi Lapangan Merdeka menjadi RTH dan cagar budaya sehingga menjadi perhatian nasional mendapat respon positif dan dukungan penuh dari dosen Departemen Antropologi USU Dr Drs Fikarwin Zuska M Antropolgi Aktif. Dikatakan Fikarwin, Lapangan Merdeka memang sebaiknya dijadikan cagar budaya, sebab merupakan objek bersejarah yang dibuat oleh Belanda. Ditambah lagi Lapangan Merdeka merupakan tempat berkumandangnya kemerdekaan pertama kali untuk wilayah Sumatera Utara. “Jadi memang perlu direvitalisasi menjadi cagar budaya RTH,” kata Fikarwin saat ditemui, Senin (1/11/2021).

Lebih jauh Fikarwin menilai, revitalisasi yang akan dilakukan Pemko Medan sudah sangat baik dan tidak hanya sekedar wacana. Sebab, ia melihat Bobby Nasution telah mempersiapkan semuanya dengan baik serta mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Sebelum adanya tindakan konkrit terkait dengan revitalissi yang akan dilakukan, Firkarwin berharap agar Bobby Nasution juga menghimpun para ahli dari berbagai bidang, diantaranya dari segi arsitektur kota, sejarah, antropologi serta ekonomi guna mengetahui Lapangan Merdeka ke depannya seperti apa.

Baca Juga:UAS Ke Medan, Wakil Wali Kota Medan : Semoga Hati Kita Teduh dan Tentram Dalam Menjalani Kehidupan

“Masukan dari para ahli ini penting sebelum revitalisasi dilakukan sehingga nilai historis Lapangan Merdeka jangan sampai hilang,” harapnya.

Selanjutnya, Fikarwin sangat mendukung revitalisasi yang akan dilakukan. Sejak dulu, ungkapnya, Lapangan Merdeka tidak pernah disentuh dan malah dijadikan sebagai tempat jualan sehingga menjadi tidak menarik. Dengan revitalisasi yang dilakukan, ia setidaknya memiliki bayangan nantinya ada unsur-unsur yng mencerminkan kehidupan historis budaya di Lapangan Merdeka.

Di samping itu, imbuh Firkarwin, Lapangan Merdeka juga akan menjadi tempat berkumpul dan bermain dengan suasana pohon trembesi itu dihidupkan lagi. “Lapangan Merdeka harus berbeda dan diistimewakan dari tempat-tempat yang lain di pusat kota sehingga menjadikannya sesuatu bernilai,” ungkapnya.

Bahkan, revitalisasi yang akan dilakukan itu telah menjadi perhatian nasional. Hal ini terungkap saat Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengunjungi Balai Kota Medan baru-baru ini. KSP menyatakan dukungan atas revitalissi yang dilakukan. Sebagai bentuk dukungan, kedatangan KSP juga untuk melihat sejauhmana keseriusan Pemko Medan dalam merevitalisasi lapangan yang dikelilingi bangunan bersejarah yang sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda, diantaranya Kantor Pos, Inna Dharma Deli (Hotel De Boer), Gedung Balai Kota Lama (Aston City Hall), Bank Indonesia (Gedung de Javasche Bank) serta Titi Gantung tersebut.

[br]

Tidak itu saja, KSP juga akan menjadikan revitalisasi Lapangan Merdeka sebagai titik awal dalam mengurus cagar budaya yang tersebar di daerah-daerah lainnya di Indoensia. Sebab, KSP ingin mengurusnya secara nasional. Oleh karenanya KSP berharap agar Lapangan Merdeka yang pada 6 Oktober 1945 menjadi tempat dilaksanakannya rapat raksasa sekaligus menyiarkan secara resmi berita Proklamasi Indonesia yang dibacakan Gubernur Sumatra Muhammad Hasan segera ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Ini (revitalisasi Kapangan Merdeka) menjadi salah satu janji kampanye kami bersama Bapak Wakil Wali Kota yang harus dapat diwujudkan. Untuk itu kami berharap adanya dukungan dari semua pihak, termasuk Kantor Staf Presiden. Rencananya, revitalisasi Lapangan Merdeka ini nantinya akan kami jadikan sebagai kawasan cagar budaya sekaligus RTH. Insya allah, pengerjaan fisiknya akan dimulai awal tahun 2022,” kata Bobby Nasution.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Berita Sumut

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Berita Sumut

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Berita Sumut

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU