Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Bupati Sergai Ajak Jaga dan Lestarikan Budaya Batak

Bupati Sergai Ajak Jaga dan Lestarikan Budaya Batak

Admin - Rabu, 09 Juli 2014 20:28 WIB
matatelinga
Bupati Sergei Memberikan Arahan
Matatelinga - Tanjung Beringin, Keragaman Bangsa Indonesia yang memiliki berbagai etnis, suku, budaya dan bahasa sejatinya juga menunjukkan karateristik kearifan lokalnya masing-masing, seperti halnya suku etnis Batak yang merupakan salah satu dari ratusan etnis suku di Indonesia. Namun, dari waktu ke waktu keberadaan nilai luhur budaya dan tradisi saat ini semakin mulai menurun, meredup dan kehilangan makna subtantifnya di tengah arus globalisasi saat ini.

            

Untuk itulah, menyikapi dan sebagai bentuk kepedulian agar nilai luhur budaya serta tradisi tersebut terus terpelihara, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melalui Dinas Pendidikan menggelar acara Diskusi Kearifan Lokal dan Bahasa Batak dalam sastra modren yang dilaksanakan di Desa Pematang Terang Kecamatan Tanjung Beringin tepatnya di halaman SMPN 2, Senin (7/7/2014).

           

Selain kegiatan diskusi tanya jawab dalam acara tersebut juga membedah buku kumpulan torsa-torsa berupa cerita pendek Batak berjudul Tumoing Manggorga Ari Sogot karya sastrawan Saut Poltak Tambunan. Turut hadir pada acara tersebut Bupati Sergai Ir. H. Soekirman, Kadisdik Drs. Joni Walker Manik, MM,  Kabag Humas Dra. Indah Dwi Kumala, Camat Tanjung Beringin Aminuddin, S.Sos, Sekretaris Disdik Drs. Janter Siregar, M.AP, para KCD se-Sergai dan orang tua Siswa SMPN 2 Tanjung Beringin.

           

Saat membuka acara tersebut Bupati Ir. H. Soekirman mengemukakan suku merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang harus dijaga keberadaannya. Untuk itu, Bupati mengatakan dirinya sangat menyambut baik atas diselenggarakannya acara ini, ditengah kondisi kebudayaan tradisional di negara ini yang semakin memprihatikan dan mengalami kemerosotan. Masuknya budaya asing yang menumpang pada arus globalisasi di Indonesia telah memberikan tekanan terhadap budaya daerah, jelas Bupati Soekirman.

Disampaikan Bupati Soekirman tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi yang pesat, yang membawa dampak bagi perjalanan hidup bangsa ini, juga membawa dampak bagi kebudayaan. Di sisi lain, era informasi dan globalisasi ternyata menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa.

           

Dijelaskan lebih lanjut Bupati Soekirman berdasarkan data rilis United  Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menyebutkan bahwa dari 700 bahasa daerah di Indonesia sekitar 169 bahasa daerah tersebut terancam punah dikarenakan jumlah penuturnya yang berjumlah sedikit yaitu kurang dari 500 orang. Punahnya bahasa berarti hilangnya kebudayaan dan nilai serta kearifan lokal yang terkandung didalamnya.

         

Namun derasnya arus globalisasi Bupati Soekirman menyampaikan kebanggannya tidak membawa dampak yang signifikan dalam perubahan budaya masyarakat suku Batak telah dikenal sebagai suku yang kuat mempertahankan akar budayanya, meski telah beradaptasi dengan berbagai jenis jaman dan kebudayaan, baik di tingkat lokal, regional, nasional, bahkan global.

Sehingga oleh itu Bupati Soekirman mengharapkan agar seluruh elemen masyarakat dapat mengiatkan kembali bahasa daerah kepada generasi muda memang dan harus diberi perhatian serius. Jika tidak, nilai luhur budaya serta tradisi tersebut akan semakin hilang ditelan zaman.

          

Melalui kegiatan diskusi dalam perspektif budaya Batak dan kearifan lokal ini, Bupati Soekirman menghimbau agar momentum ini dapat menyatukan  pikiran dan pandangan serta kesamaan langkah, selain itu Bupati Soekirman menyampaikan terima kasihnya terhadap suku Batak yang telah menjadi bagian penting dari komponen masyarakat Sergai dan memberikan kontribusi pembangunan serta turut menjaga stabilitas keamanan di daerah ini.

(Koko/Mt)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Bobby Nasution Harapkan Entry Meeting Ombudsman Jadi Instrumen Evaluasi Pelayanan Publik

Berita Sumut

Tumbuh Bersama Danantara, Kanwil I Medan Perkuat Kinerja Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Semester I Tahun 2026

Berita Sumut

Gubernur Bobby Tekankan Ketahanan Pangan Jadi Tanggung Jawab Pemerintah hingga Tingkat Desa

Berita Sumut

Kahiyang Ayu Pastikan Anak Berkebutuhan Khusus dapat Kehidupan yang Layak

Berita Sumut

Sembunyikan Sabu di Bawah Kasur Hingga Jual Vape Narkoba, 'Terciduk'

Berita Sumut

Kahiyang Ayu Ajak Ratusan Anak Yatim, Duafa, dan Disabilitas Borong Kebutuhan Sekolah