MATATELINGA Tebingtinggi: Meluapnya aliran Sungai Padang dan Sungai Bahilang hingga merendam puluhan ribu rumah warga kota Tebingtinggi merupakan bencana alam.Namun terkait banjir yang merendam ribuan rumah di kota Tebingtinggi, serta warga yang belum mendapatkan bantuan kepala BPBD TebingTinggi menilai kalau hal tersebut karena kesalahan dari Lurah dan masyarakat.Ungkapan inilah yang dikatakan Kepala BPBD kota Tebingtinggi Wahid Sitorus, saat di konfirmasi wartawan, Senin (22/11) di ruang kerjanya, terkait pendataan korban banjir yang merendam ribuan rumah di kota Tebingtinggi selama lebih kurang hampir 2 hari.
Wahid Sitorus menilai keterlambatan pengiriman bantuan karena kesalahan pihak kelurahan yang di lambat dalam mengirimkan data, terkait banjir yang sering terjadi, di duga tidak berfungsinya bronjong dan tembok penanahan banjir yang dibangun.Ketika itu Wahid Sitorus malah mengatakan kalau air yang masuk ke pemukiman warga akibat masyarakat yang membuat aliran drainase sendiri."Sehingga dengan adanya drainase yang di buat masyarakat sampai ke bibir sungai, apa bila banjir datang air langsung masuk dari drainase tersebutlah air masuk ke pemukiman warga,"kata Wahid Sitorus. Wahid Sitorus menambahkan, jumlah korban terdampak banjir hingga sampai saat ini sebanyak 3686 Kepala keluarga di lima kecamatan kota Tebingtinggi, namun hingga saat ini kondisi air berlahan-lahan mulai berangsur surut.(mtc/bas)