MATATELINGA,Asahan-Pasca terjadinya tanah longsor yang mengakibatkan ruas badan jalan penghubung di dusun I Gonting Sidodadi Kecamatan Bandar Pasir Mandoge sepanjang kurang lebih 30 meter kini warga masyarakattidak lagi dapat melakukan aktifitas membawa hasilproduksi pertaniannya, Kamis (25/11/2021) sekira pukul 03.00 dini hari.
Keterangan Kapolres Asahan AKBP.Putu Yudha Prawira melaluiKapolsek Bandar Pasir Mandoge AKP.Juni Hendrianto kepada matatelinga.com saat dikonfirasi membenarkan telah terjadi bencana alam tanah longsoryang mengakibatkan ruas badan jalan yang telah dibangun Pemerintah amblas sepanjang 30 meter dengan kedalaman sedalam lebih dari 12 meter.
Dengan terjadinya bencana tanah longsor tersebut, akses ruas jalan mantab dari Silau jawa ke desa Gonting Sidodadi terputus total, ujarnya.
Lebih lanjut kapolsek Bandar Pasir Mandoge AKP.Juni Hendrianto mengatakan bencana tanah longsor tersebutmulai terjadi pada Rabu (25/11/2021) sekira pukul 20.00 Wib.
[br]
Namun, puncak kelongsoran tanah tersebut terjadi pada Kamis (26/11/2021) sekira pukul 03.00 dini hari dan akses ruas jalan mantab yang menghubungkan desa Silau jawa Kabupaten Simalungunke desa Gonting Sidodadi Bandar Pasir Mandoge Asahan sudah tidak lagi dapat dilaluinya dan dinayatakan tertutup.
Dalam kejadian tersebuttidak terdapat korban jiwa dan tindakan pertama yang dilakukan opsnal Polsek Bandar PasirMandoge melakukan pengalihan jalan ke jalan alternatif dengan melewati kebun sawitmilik PIR Silau jawa.
Selanjutnya opsnal Polsek Bandar pasir Mandoge bersama opsnal Babinsa Koramil setempat melaksanakan serta pihak Pemerintahan kabupaten Asahan melakukan upaya penanganan secara konkrit .
Kapolsek Bandar Pasir Mandoge AKP.Juni Hendrianto juga mengatakanbencana lonsor tersebut akibat dari curah hujan yang terjadi di wilayah ini beberapa hari terakhir ini sangat tinggi dan hujannya juga lebat, sehingga dimungkinkan kontur tanah menjadi labil dan longsor sepanjang 30 meter dengan kedalaman sekira 12 meter lebih.
Opsnal Polsek Bandar Pasir mandoge juga sudah memasang rambu rambu larangan melintas bagi warga masyarakat dan akses jalan juga sudah dialihkan untuk memudahkan warga masyarakat dalam membawa hasil pertaniannya, pungkasnya (dieks)