Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Komitmen Berantas Mafia Tanah, DPC Projo Karo Minta Jaksa Agung Turun Langsung Ke Siosar

Komitmen Berantas Mafia Tanah, DPC Projo Karo Minta Jaksa Agung Turun Langsung Ke Siosar

- Minggu, 28 November 2021 19:00 WIB
Matatelinga/dok. Projo Karo
Kawasan Puncak 2000 Siosar

MATATELINGA, Kabanjahe : Kawasan Hutan Produksi tepatnya Hutan Produksi Sibuaten III Puncak 2000 Siosar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga diserobot oleh oknum pengusaha/konglomerat dari Medan berinisial M seluas sekitar 250 Ha.Hal tersebut disampaikan Ketua DPC Pro Jokowi (Projo) Karo Lloyd Reynold Ginting Munthe, SP dalam siaran persnya, Minggu (28/11/2021).Dugaan tersebut, kata Lloyd semakin diperkuat dengan temuan pilar batas Kawasan Hutan telah dihancurkan dan Kawasan Hutan Produksi Sibuaten III tersebut telah dipagari dengan tiang pipa besi dan kawat berduri oleh pekerja yang mengaku suruhan konglomerat tersebut.

"Informasi dan data yang kami peroleh berdasarkan hasil investigasi Tim DPC PROJO Kabupaten Karo, bahwa diatas Kawasan Hutan Produksi Sibuaten III tersebut telah terbit alas hak berupa Akta Jual Beli (AJB) dan Pelepasan Hak Dengan Ganti Rugi (PHGR) atas nama konglomerat yang dibuat oleh salah satu Notaris di Kota Medan," jelas Sekretaris DPC PROJO Kabupaten Karo Imanuel Elihu Tarigan, SH.Atas temuan tersebut, lanjut Imanuel Tarigan, kami selaku masyarakat putra daerah dan dibesarkan di Tanah Karo meminta kepada Kapolri dan Jaksa Agung RI segera menurunkan Tim ke Puncak 2000 Siosar untuk mengusut tuntas permasalahannya. "Dugaan penyerobotan tersebut berpotensi menyebabkan kerugian negara yang cukup signifikan nilainya. Saat ini Puncak 2000 Siosar merupakan kawasan pengembangan wisata yang menjadi primadona. Harga tanah melonjak tinggi pasca Presiden RI Joko Widodo membangun infrastruktur untuk relokasi pengungsi erupsi Gunung Sinabung pada Tahun 2014 yang lalu," tandasnya.

Saat ini, kata Imanuel pasaran harga tanah terendah di Puncak 2000 Siosar berkisar Rp. 100.000/meter. Berarti harga 1 Ha mencapai nilai Rp. 1 Miliar. Dengan demikian, dugaan penyerobotan Kawasan Hutan Produksi Sibuaten III seluas 250 Ha tersebut berpotensi menyebabkan kerugian negara sebesar Rp. 250 Miliar."Secara khusus kami sangat mengapresiasi program Jaksa Agung untuk memberantas habis mafia tanah. Kami masyarakat Karo meminta pak Jaksa Agung turun langsung atau menurunkan tim untuk melakukan investigasi adanya dugaan keterlibatan banyak pihak dalam pat gulipat pelepasan lahan hutan di Tanah Karo," tandas Llyoid Ginting.

Lebih lanjut Lloyd Reynold Ginting Munthe menyampaikan, dampak dari ketidakjelasan penegakan hukum di Tanah Karo, sudah ada salah seorang warga masyarakat yang dijadikan tersangka dan sekarang sedang menjalani persidangan."Untuk perkara ini, kami juga meminta kepada Komisi Kejaksaan dan Komisi Yudisial mengawal proses persidangannya agar tidak sampai mengkriminalisasi warga demi untuk sesuatu hal dan kepentingan sekelompok orang," pungkasnya.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Muhibuddin Jabat Kajati Sumut Gantikan Harli Siregar

Berita Sumut

Kejati Sumut Rayakan Paskah, Usung Semangat Pembaharuan Menuju Insan Adhyaksa Berintegritas

Berita Sumut

Kejati Sumut Geledah Kantor BPN Sumut dan Medan Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Jalan Tol Medan - Binjai

Berita Sumut

Lagi, Nasabah ITC Divonis Penjara 1 Tahun 10 Bulan dan Denda Rp50 Juta

Berita Sumut

LBH Medan Keritik Keras dan Desak Gubenur Sumut Batalkan Proyek Pembangunan Gedung Kejati Sumut

Berita Sumut

Jaksa Agung Apresiasi Upaya Kejati Sumatera Utara Dalam Penyelamatan Kerugian Keuangan Negara