MATATELINGA. Tebingtinggi - Lebih dari satu pekan ini kacang kedelai yang merupakaan bahan baku tempe dan tahu hilang di pasaran sehingga membuat pengusaha tempe di Kota Tebingtinggi menangis karena mereka tidak bisa memproduksi tempe.Menurut keterangan Wasitno (43) salah satu pengusaha tempe dan tahu warga Jalan Ikhlas lingkungan VI kelurahan Download Sundoro Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi secara tiba-tiba dan sudah terjadi hampir satu minggu lebih.Mereka para pengusaha tempe harus mencari bahan baku tersebut sampai ke daerah luar kota Tebingtinggi seperti Serdang Bedagai (Sergai) namun tetap juga tidak ada sehingga produksi tempe sempat tersendat.
Baca Juga:Jelang Nataru, Forkopimda Sumut Antisipasi Varian Omicron dan Pemetaan Vaksinasi“Sudah lebih satu minggu lebih bang kami tidak memproduksi tempe dan tahu, karena bahan bakunya tidak ada di pasaran,” jelas Wasitno kepada kru MTC saat di temui di kediamannya pada senin sore (20/12/2021).Di jelaskannya juga bahwa bukan hanya dirinya yang tidak memproduksi kedua jenis makanan tradisioanl tersebut, namun seluruh pengusaha tempe dan tahu tidak memproduksinya.Kalaupun ada yang memproduksi tempe dan tahu, umumnya mereka yang masih menyimpan stok kacang kedelai dan itu rata-rata pengusaha tempe dan tahu yang besar.“Kalaupun ada yang tetap memproduksi tahu dan tempe umumnya mereka yang masih memilki stok kacang kedelai dan itu biasanya mereka yang sudah memilki pabrik agak besar,” jelasnya.[br]Di katakan wasitno juga kalaupunn ada kavang kedelai harga yang di tawarkan cukup tinggi sehingga tidak seimbang dengan harga jual tempe dan tahu di pasaran yang masih berada di angka Rp 3000,-Agar bisa tetap memproduksi tempe dan tahu, mau tak mau pengusaha harus membelinya namun sekala kecil dan tempe dan tahu yang di produksi juga harus sedikit.“Tempe dan tahu yang sudah siap jual umumnya oleh para pedagang tidak bisa merata di jual kepada pedagang eceran kecuali para pelanggan tetap namun yang sedihnya harga jual masih di harga normal tanpa bisa di naikkan,” ucapnya sedih.Adapun harga kacang kedelai secara normal untuk satu karung seberat 50 kilogram biasanya Rp 470.000,- namun kini harga kacang kedelai yang mereka dapatkan dari sebuah gudang naik menjadi Rp 547.000,- per karungnya.[br]Dan di hari-hari sebelumnya mereka para pengusaha tempe dan tahu tidak pernah merasa bingung mencari kacang kedelai karena hampir seluruh toko kelontong yang ada di Kota Tebingtinggi ada menjual kacang kedelai.“Biasanya kami nggak pernah sepening ini mencari kacang kedelai karena hampir semua toko kelontong di Tebingtinggi pasti ada menjual kacang kedelai, tapi sudah satu minggu ini kacang kedelai hilang di pasaran, kalaupun ada di harganya mahal, padahal kami membeli langsung dari gudangnya,” jelas Wasitno sembari mengharapkan agar pemerintah Kota Tebingtinggi bisa mengetahui kondisi kelangkaan kacang kedelai di Kota tebingtinggi.Adapun jumlah pengusaha tempe yang berada di Lingkungan VI Kelurahan Deblod Sundoro Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi sebanyak 7 orang. (Mtc/bas)