MATATELINGA. Toba - Mengasihi bukan hanya dengan perkataan tetapi juga harus dengan perbuatan. Hal inilah yang mendorong dua keluarga berbagi rejeki kepada orang yang membutuhkan. Seperti keluarga Rawati Panjaitan (Mak. Binsar Jaya) dan Keluarga Baduali Napitupulu.Mereka setiap tahun memberikan sedikit bantuan ke Panti Asuhan Hepata Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba. Pada Jum'at, (24/12/2021), keluarga ini kembali mendatangi Panti Karya Hepata untuk memberikan rejekinya. Mereka melakukan ini sebagai rasa syukur dengan kesehatan yang diberikan Tuhan pada keluarga dan usaha yang mereka geluti selama ini.
Baca Juga:Nawal Berharap Ada Solusi Penguatan DigitalBantuan yang mereka berikan berupa sembako dan uang, yang diharapkan bisa meringankan beban para penghuni panti . Penghuni Panti Karya Hepata berdiri sejak tahun 1923 dan kini masih melayani 74 orang. Ke 74 orang ini memiliki keterbelakangan mental masing-masing. Namun 16 orang masih sabar melayani dan memberikan yang terbaik untuk setiap orang yang memiliki kekurangan, mulai kurang mendengar hingga tak bisa melihat.Keluarga Rawati Panjaitan merasa bersyukur pada Tuhan atas kesempurnaan tubuh dan kesehatan keluarga dan rejeki yang mereka rasakan hingga hari ini. “Kami setiap tahun melakukan ini sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan. Kami tetap berharap agar kami juga didoakan agar diberikan rejeki untuk kami bagikan ke orang yang kekurangan” ungkap Rawati.Sementara Baduali Napitupulu setiap tahunnya berbagi rejeki kepada keluarga Panti Karya Hepata. “Kami akan terus lakukan dan tidak hanya bilang kasihan saja, tetapi berbuat lebih lagi pada mereka yang membutuhkan” ungkap Baduali sembari tersenyum pada penghuni Panti.Nopenri Lubis salah seorang staff Panti Karya Hepata yang menerima bantuan tersebut merasa senang atas bantuan tersebut dan sembari mendoakan kedua keluarga agar diberikan kesehatan dan rejeki dari Tuhan Yang Maha Esa. “ Kami senang dan akan membawakan permintaan ibu bapak dalam doa. Semoga Tuhan senantiasa mengabulkannya” ungkap Nopenri Lubis.Usai memberikan bantuannya, kedua keluarga berserta anaknya, mengunjungi ruang makan dan melihat kondisi yang memprihatinkan. Panti Karya Hepata menghabiskan dana 250 juta perbulan dan terbantu berkat banyak yang memberikan bantuan. (Mtc/Yin)