Matatelinga - Binjai, Beragam tradisi keunikan warga yang dijalankan selama bulan Ramadhan. Di Kota Binjai, warga keturunan suku Banten yang merupakan perantauan. Melewati setengah bulan suci Ramadhan dengan menggelar kenduri ketupatan usai sholat Tarawih.Uniknya, keduri ini dilaksanakan hanya menghidangkan ketupat sebagai menu utamanya. Makanan ini disantap setelah mengelar doa syukuran didalam masjid, Senin (14/7/2014) malam.Sebelum menyantap makanan dengan menu utama berupa ketupat. Beberapa kaum ibu yang merupakan keturunan suku banten yang banyak bermukim disekitar Jalan Danau Belida, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Utara, tanpak sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.Sebab, setiap melewati puasa hari yang ke lima belas. Hampir seluruh kaum wanita dari seluruh rumah tangga dilingkungan ini membuat sarang ketupat dirumah masing-masing.Sarang ketupat yang dibuat ini bukanya untuk dijual seperti menyambut hari raya Idul Fitri. Namun, sarang ketupat ini dibuat dari kelapa muda ini atau lebih dikenal dengan janur. Sengaja dipersiapakan untuk diisi dengan beras ketan serta diolah hingga masak.Kemudian, ketupa yang sudah jadi ini dibawa ke masjid guna disantap beramai-ramai. Ketupa-ketupa ini dikumpulkan dan sebelum disantap umat muslim dari suku banten ini mengadakan kenduri dan doa bersama usai tarawih.Menurut salah seorang warga Mahruzar, kalau tradisi kenduri ketupat ini setiap tahunnya mereka lakukan. Ini merupakan tradisi dari keturunan leluhur etnis banten yang ada di lingkungan mereka.dipaparkannya, ketupat sendiri melambangkan bahwa mereka telah melaksanakan puasa Ramadhan setengah bulan. Dan akan melakukan (melaksanakan-red) puasa setengah bulan lagi hingga memasuki lebaran nantinya.Dengan dialaksanakan acara tradisi ini mereka diberikan kesehatan dan keselamatan. Dan ini merupakan bentuk sukur terhadap segala berkah yang diberikan sang pencipta Allah SWT.Diharapakan, tradisi kenduri ketupat yang dilaksanakan usai sholat tarawih inibisa terus dilertarikan hingga anak cucu. Sehingga tradisi nenek moyang etnis banten yang pertama kali berdomisili dilingkungan bisa tetap terjaga dan berkembang.Selain merupakan bentuk wujud sukur atas nikmat kesehatan yang diberikan allah. warga juga mengharapkan agar bisa terus melaksanakan ibadah puas hingga hari kemenangan.(Hendra/Mt)