MATATELINGA, Medan:Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi merespons santai langkah pelatih biliar tim PON Sumut, Khoiruddin Aritonang yang akan melaporkannya ke Polda Sumut."Apanya yang mau dilaporin, laporan itu kan ada syaratnya," kata Edysaat ditanya perihal rencana laporan polisi itu.di rumah dinasnya di Medan, Kamis, (30/12).Choki memang berencana melaporkan aksi Edy menjewer dan menyebutnya sontoloyo kepada polisi. Namun belum diketahui pasti kapan laporan itu dilayangkan.Edy tidak mau terlalu banyak berbicara terkait masalahnya dengan Choki. Bahkan mantan Ketua umum PSSI itu mengatakan, jika Choki benar-benar melaporkannya kepada polisi, maka jurnalislah yang akan membelanya."Kalianlah yang bela saya," pungkas Edy.[br]]Di lokasi terpisah,Teguh Syuhada Lubis, selaku ketua tim advokat Khoiruddin Aritonang mengatakan sebanyak 60 pengecara tergabung dalam Advokat Menolak Arogansi Sumatera Utara, siap dan ikut membela dan menjadi kuasa hukum Pelatih Biliar Sumatera Utara,yang dijewer dan dipermalukan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi."Kami dari pihak Khoiruddin Aritonang dan kami para advokat tergabung dalam advokat menolak arogansi Sumatera Utara. Yang kini, kurang lebih 60 pengecara dan dari kawan-kawan atas simpati dan empati terhadap beliau. Ikut bergabung bersama kami," ucap Teguh Syuhada Lubis dalam jumpa pers di Kota Medan, Kamis petang, 30 Desember 2021.Teguh menjelaskan langkah-langkah hukum yang akan dilakukan pertama menyampaikan surat somasi kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang disampaikan Kamis siang, sekitar pukul 13.00 WIB.Teguh mengungkapkan bila hingga Jumat siang, 31 Desember 2021, tepat pukul 13.00 WIB. Tidak juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Maka, mantan Ketua Umum PSSI itu akan dilaporkan ke Mako Polda Sumut."Kemudian, secara normal kami akan menyampaikan laporan ke polisian. Kami yakin percaya penegakan hukum ada di negeri, terutama di Sumut ini," kata Teguh.