MATATELINGA, Medan: Polsek Sunggal akan mengupayakan penyelesaian melalui Restorative Justice atau damai kasus pria yang menjadi tersangka usai membunuh pelaku begal yang akan merampoknya. Polisi akan menjumpai keluarga kedua belah pihak tanpamelakukan intervensi.“Restorative justice, saya persilahkan ke dua belah pihak. Kami tidak mencampuri masalah itu. Karena ada yang meninggal dunia, terlepas sebagai korban atau apannya,”ujar Kapolsek Sunggal Kompol Chandra, Kamis (30/12).Kata dia sejauh ini dari pihak tersangka, sudah meminta maaf. Selanjutnya pihak tersangka akan dipertemukan keluarga korban.“Nanti setelah tahun baru, mereka (keluarga korban dan tersangka), akan saya pertemukan,”ujar ChandraDalam kasus ini, Yudha juga mengatakan masih mendalami pengakuan Dedi, musababnya saat kejadian tidak ada sanksi.“Ada penemuan mayat lalu, saya tindak lanjuti. Tapi tidak ada saksi di situ,”ujar Chandra kepada Kumparam, Kamis (30/12)Meskipun begitu, Dedi tidak ditahan.“Tidak (ditahan),”ujar ChandraTetapi Chandra tidak mendetailkan, alasan tidak menahan Dedi.“Alasan tidak ditahan atau tidak itu tergantung keyakinan kita,”ujar DediSejauh ini Dedi memang diketahui mengikuti proses hukum dengan baik. Bahkan dia menyerahkan dirinya ke kantor polisi. Meskipun ibunya sempat menyuruhnya kabur, karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan kepada anaknya.Sebelumnya Dedi mengaku membunuh begal berinisial R, peristiwa pembegalan terjadi di Jalan Sei Beras Sekata, Selasa (21/12).Saat hendak pulang Dedi yang mengendarai sepeda motor, dihampiri 4 orang pria, termasuk korban, R. Ke empatnya membawa bambu lalu memukuli Dedi, tetapi dia berhasil melawan.“Saya hanya mencoba membela diri dan mencoba mempertahankan harta benda yang saya miliki, termasuk handphone saya yang sudah sempat diambil oleh salah satu pelaku,”ujar Dedi dalam keterangnnya, Selasa (28/12)Soal penikaman Dedi memang sengaja membawa pisau untuk berjaga saat pulang malam. Karenanya saat terus dipukuli dia sempat menikam salah seorang begal bernama R.“Saya berhasil melawan dan menikam salah satu pelaku, Reza meninggal dunia akibat ditikam,”ujar Dedi. (mtc/ism)