Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Guru Honorer K2 Pertanyakan NIP Yang Tak Kunjung Keluar

Guru Honorer K2 Pertanyakan NIP Yang Tak Kunjung Keluar

Admin - Rabu, 16 Juli 2014 21:23 WIB
Guru Honorer

Matatelinga - Medan,  Puluhanguru honorer K2 yang lulus (HK2L) di kota Medan, Rabu (16/7/2014) datangi  kantor Walikota Medan di Jalan Kapten MaulanaLubis Medan, dimana sebelumnya mendatangi Kantor DPRD Medan.

Para Guru Honorer tak puas mengorasikan tuntutan mereka didepan pagar kantor, mereka pun memaksa masuk sampai ke depan pintu masuk utamakantor Walikota Medan.

Kedatangan mereka bukan lagi karenaadanya data bodong honorer K2 yang lulus. Kali ini, mereka mempertanyakanmengenai nomor induk pegawai (NIP) 471 honorer K2 di kota Medan yang lulusujian pada akhir 2013 lalu.

Pertanyaan ini muncul ketika beberapadaerah di Sumatera Utara sudah mengeluarkan NIP masing-masing honorer K2 yangtelah lulus ujian kemarin. Meski begitu, surat keputusan (SK) NIP tersebutbelum dikeluarkan. Sedangkan kota Medan sama sekali belum mengeluarkan NIPtersebut.

"Mana NIP kami. Kenapa daerah lainudah keluar, di kota Medan belum. Ada apa ini BKD?"ujar salah seorangmassa melalui alat pengeras suara.

Puluhan massa yang mayoritas adalahibu-ibu ini terus saja mengorasikan apa yang menjadi tuntutan mereka. Terlihatrona wajah kesal dan kecewa terpancar dari wajah seluruh massa yang hadir saatitu.

"Apa iya BKD kota Medan ga adakoordinasi dengan BKN pusat?"teriak salah seorang massa.

Keributan itu pun lantas membuat satuanpolisi pamong praja (Satpol PP) yang berjaga di sana segera berkoordinasidengan pihak terkait, dalam hal ini, badan kepegawaian daerah (BKD) kota Medan.Akhirnya empat perwakilan massa pun dipersilahkan untuk langsung bertemu dengankepala BKD kota Medan, Lahum Lubis.

Kurang lebih pertemuan di ruangan BKDkota Medan, terjadi selama 45 menit.  Para awak media pun tidakdipersilahkan mengikuti proses pertemuan tersebut.

Saat pertemuan selesai, keempatperwakilan massa tersebut pun menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepadapuluhan massa yang menunggu.

Selama ini BKN pusat dikatakan humasHK2L, O.Pasaribu (48), menunggu surat pertanggung jawaban dari kepala daerahmasing-masing daerah untuk mengeluarkan NIP. Sementara pihak BKD kota Medanbelum menerima surat permintaan akan hal tersebut dari BKN Pusat.

"Jadi selama ini, keduanya salingtunggu-menunggu. Yang di pusat menunggu surat pertanggung jawaban WalikotaMedan, sementara yang di Medan menunggu NIP dari BKN pusat yang tak kunjungdatang,"ujar O. pasaribu.  atas permintaan  Drs. O pasaribu,yang merupakan guru SD 39 di kecamatan Medan Barat.

Sehingga pertemuan tersebut menghasilkansebuah keputusan bahwa pihak BKD kota Medan akan segera menyurati BKN Pusatatas permintaan surat pertanggung jawaban kepala daerah untuk mengeluarkan NIP.

"Pak Lahum tadi bilang,dia akan bertanggung jawab sepenuhnya atas hal ini dan dia berjanji tidak adayang dirugikan. Jadi kami pegang janji beliau, agak lega lah. Tapi kalau nantiada apa-apa, beliau yang kami tarik nanti,"ujarnya.

Seorang massa yang merupakan guru di SD39 Marelan, L.Nadeak (45) merasa puas dengan hasil pertemuan siang itu, meskidimulai dengan ketegangan.

"Diperhatikan lah kami yang di Medanini. Kami ini ga muda lagi. Udah separuh abad umur kami rata-rata. Tapi kamilega dengan pak Lahum bertanggung jawab atas hal ini,"ujarnya.

Akhirnya massa pun bubar dengan tertibtanpa ada perlawanan.

 

 (Wi/Mt)

 


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Gubsu Erry Lantik Pengurus BKOW Sumut periode 2016-2021

Berita Sumut

Pedagang Buku Pegadaian Tak Mau Pindah

Berita Sumut

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita Sumut

Polda Sumut Limpahkan Tersangka Pajak Ke Kejati Sumut

Berita Sumut

Polisi Masih Melakukan Penyelidikan Kasus Penembakan

Berita Sumut

Sebelun Tertembak Indra Sempat Beli Susu