MATATELINGA, Binjai: Pandemi covid-19 yang mendera Republik Indonesia telah membawa dampak signifikan terhadap roda perekonomian Nasional, Bahkan dampak virus tersebut dapat dirasakan secara global.Untuk memperbaiki stabilitas ekonomi dalam Negeri, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menggulirkan sejumlah program bantuan sosial (bansos) untuk rakyat yang terdampak pandemi.Program bansos yang dikelola Kemensos terdiri dari dua kategori, yakni bantuan sosial reguler dan bantuan khusus.Pada tahun 2022 ini, Kemensos melanjutkan bansos reguler yakni PKH dengan anggaran sebesar Rp 28,7 triliun dengan capaian 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).Kemudian BPNT/Kartu Sembako, dengan anggaran Rp 45,12 triliun yang akan ditargetkan bagi 18,8 juta KPM, Penyaluran akan dilakukan melalui bank Himbara (Bni, Mandiri, dan BTN). Indeks bantuan sebesar Rp 200 ribu/bulan/KPM.Selanjutnya ada juga bantuan sosial BPNT PPKM kepada 5,9 juta KPM dengan anggaran Rp 7,08 triliun, dengan indeks Rp 200 ribu perbulan yang akan disalurkan melalui bank yang telah ditunjuk oleh pemerintah.Program tersebut merupakan bentuk perlindungan sosial bagi keluarga miskin seiring musibah pandemi, sekaligus upaya pemerintah untuk menurunkan grafik kemiskinan di Indonesia.Namun kebijakan pemerintah pusat masih belum seutuhnya sukses, karena minim pengawasan pada lapisan terbawah pelaksana program.Fakta yang terjadi di Kota Binjai, Sumatera Utara merupakan akibat dari lemahnya kontrol dan edukasi publik sehingga realisasi program bantuan sosial tidak sampai tepat sasaran.[br]Sejumlah warga Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai mengaku kaget lantaran biodatanya masuk dalam daftar penerima manfaat BPNT PPKM, padahal selama penyaluran, mereka tidak pernah menerima kartu bantuan tersebut. "Kami tidak pernah ada terima bantuan PPKM dalam bentuk apapun, bahkan tidak ada diberitahu kapan itu disalurkan," kata DV, yang merupakan istri dari salah satu penerima manfaat bansos PPKM di Kelurahan Nangka. Senin, (23/1).Wanita yang berprofesi sebagai pedagang kueh itu merupakan satu dari sekian banyak keluarga penerima manfaat yang belum menerima bansos sampai ditangan pemilik sebagaimana mestinya.Di Kecamatan Binjai Utara, pendistribusian kartu bansos PPKM telah berlangsung pada hari Kamis 19 Januari 2022 kemarin, kartu dibagikan langsung oleh petugas Bank BNI dan pegawai Dinas Sosial di aula kantor Kecamatan Binjai Utara. Namun banyak keluarga penerima manfaat yang tidak mengetahui kegiatan ini.Persoalan tersebut sontak menimbulkan berbagai spekulasi negatif ditengah masyarakat. Publik menduga adanya oknum tertentu yang berniat melakukan kecurangan.Kepala Dinas Sosial Amransyah, mengatakan belum mengetahui secara persis mengenai BPNT PPKM."Memang kapan kartu itu dibagikan, saya tidak tahu soal ini," ucap Amran, saat dihubungi via seluler.[br]Sementara itu kepala koordinator bantuan Kota Binjai Budi, juga tidak mengetahui penyebab minimnya peyebaran informasi jadwal penyaluran bantuan ditengah masyarakat."Kami sudah berikan dokumen KPM, serta jadwal pendistribusian ke masing-masing Kecamatan, selanjutnya pihak mereka yang menginfokan ke masyarakat." imbuh pria berperawakan tinggi tersebut.Dia mengatakan akan segera melakukan rapat koordinasi terhadap pihak BNI selaku penyalur guna menjadwal ulang pembagian bantuan ke masyarakat yang belum menerima haknya."Jadwal pembagian terakhir hari Jum'at 21 Januari kemarin, untuk yang belum menerima, saya akan koordinasi, dan menjadwal ulang lagi bersama BNI Cabang USU (Universitas Negeri Sumatera Utara)," ujarnya.Saat dimintai penjelasan soal jumlah bantuan yang berhasil disalurkan ke keluarga penerima manfaat, dirinya mengaku belum mengantongi angka pasti."Belum tau berapa yang sudah tersalur dan berapa yang belum, data masih dipegang oleh pihak Bank BNI,"pungkas Eko.Informasi yang berhasil diperoleh, jumlah peserta manfaat BPNT PPKM di Kecamatan Binjai Utara mencapai 1303 KPM, Kecamatan Binjai Timur 827 KPM, Kecamatan Binjai Kota 337 KPM, kecamatan Binjai Barat 855 KPM, dan Kecamatan Binjai Selatan sebanyak 978 KPM, dengan total keseluruhan 4300 Kpm di seluruh Kota Binjai. (mtc/Dyka Pramudya)