MATATELINGA, Padang Sidempuan: Banyak cara sang pencipta untuk mendekatkan kembali hambanya, mungkin berada dibalik jeruji adalah salah satu caranya ya, menjadi seorang narapidana disebuah Lembaga Pemasyarakatan bukanlah akhir segalanya dari seorang insan, walaupun kebebasan mereka terbatasi bukan berarti kita juga membatasi kebebasan mereka dalam beribadah. Bukti nyata Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan yang selalu konsisten dalam melakukan Pembinaan kerohanian bagi seluruh warga binaannya serta berbagai terobosan dilakukan oleh Kalapas, Indra Kesuma, A.Md.IP,SH,MH dalam upaya untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan para WBP. Selain sebagai tempat ibadah, Mesjid juga dapat dijadikan sarana belajar dan mengajar khususnya Mesjid Al-Ikhlas Lapas Padangsidimpuan dimana untuk belajarnya puluhan warga binaan dalam mengikuti kegiatan pembinaan berupa pengenalan huruf Hijaiyah dan pemahaman Al-Qur’an. Haris Syahroni Nasution, selaku staf Bimkemas menjadikan kegiatan tersebut sebagai rutinitas warga binaan dalam menjalani masa pidananya. Berbekal ilmu pengetahuan yang ia peroleh saat berada di Pondok Pesantren, ia pun memberikan pemahaman tentang Al-Qur’an kepada para warga binaan dengan penuh keikhlasan.Kalapas Indra Kesuma juga memberikan apresiasi kepada Jajaran Seksi Binadik dan Giatja dan seluruh pegawai Lapas Padangsidimpuan yang dengan telaten serta serius untuk terus berupaya melakukan berbagai terobosan dalam rangka tetap melaksanakan berbagai program pembinaan termasuk pembinaan spiritual dimasa pandemi covid-19 yang saat ini masih berlangsung sehingga fungsi pembinaan akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. (mtc/Iwan)