Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Formasi: Pemerintah Biang Keladi Kisruh Migor

Formasi: Pemerintah Biang Keladi Kisruh Migor

- Jumat, 18 Februari 2022 13:00 WIB
Matatelinga
(kiri ke kanan) Pengusaha nasional Andi Sose,  Richard Muljadi Crazy Rich Indonesia dan paling kanan Ibnu Kaban
MATATELINGA, Medan:Beberapa waktu belakangan ini, minyak goreng mulai langka di pasaran. Akibat hal itu, terjadi pergeseran besar dalam konsumsi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di dalam negeri.

Pimpinan Pusat Forum Generasi Muda Seluruh Indonesia (Formasi), Ibnu Kaban menilai kenaikan harga minyak goreng yang berujung pada kelangkaan stok barang seperti saat ini adalah ulah pemerintah sendiri lewat kebijakan yang dibuat.

"Konsumsi CPO di dalam negeri yang sebelumnya didominasi oleh industri pangan, kini menjadi industri biodiesel," katanya, Jumat (18/2).

Ibnu Kaban menuturkan, lonjakan tajam terjadi sejak 2020 dengan diterapkannya Program B20 (20% kandungan CPO dalam minyak biosolar).

"Biang keladinya yang bikin kisruh minyak goreng ini adalah pemerintah karena meninabobokan pabrik biodiesel," tuturnya.

Ibnu Kaban menjelaskan, konsumsi CPO untuk biodiesel naik tajam dari 5,83 juta ton tahun 2019 jadi 7,23 juta ton tahun 2020. Di sisi lain, konsumsi CPO untuk industri pangan turun dari 9,86 juta ton pada 2019 jadi 8,42 juta ton di 2020.

Pola konsumsi CPO dalam negeri seperti itu, kata Ibnu Kaban dinilai akan terus berlanjut dan diperkirakan porsi untuk biodiesel akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan porsi CPO dalam biodiesel lewat Program B30 atau bahkan lebih tinggi lagi.

"Jadi karena wajib, konsumsinya naik, sawitnya kan tidak meningkat secepat kebutuhan biodiesel jadi diambil dari minyak goreng ini, industri pangan ini," jelasnya.

Ibnu Kaban menyebut pengusaha lebih cenderung menyalurkan CPO-nya ke pabrik biodiesel karena pemerintah menjamin perusahaannya tidak bakal merugi. Pasalnya, ada kucuran subsidi yang berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) jika harga patokan di dalam negeri lebih rendah dari harga Internasional.

"Sebaliknya, jika CPO dijual ke pabrik minyak goreng, pengusaha tak mendapatkan insentif seperti itu," jelasnya.

"Dana BPDPKS dinikmati oleh pengusaha besar. Subsidi biofuel ini 79,04%, rakyatnya cuma dapat 4,73%. Jadi ini gila, pemerintah ini tidak ada keberpihakannya kepada rakyatnya," sambung Ibnu Kaban.

Ibnu kaban mengungkap hingga kini sudah puluhan triliun rupiah mengalir subsidi ke pabrik biodiesel dari dana sawit yang dikelola oleh BPDPKS. Setidaknya ada 22 pengusaha sawit yang disebut menikmati kebijakan ini.

"Sekarang pemerintah lebih mengedepankan buat energi, buat perut urusan belakangan. Makanya buat energi dimanja, buat perut tidak dimanja," ungkapnya.

"Jadi jangan cepat menyalahkan pengusaha juga karena pengusaha tidak dilarang untuk dapat untung, tentu saja pengusaha akan mencari bidang yang untungnya lebih banyak. Untungnya lebih banyak kalau dia jual ke biodiesel. Yang membuat seperti itu siapa? Ya pemerintah. Jadi pemerintah ini salah kelola, pemerintah yang tidak bisa memerintah," tegas Ibnu Kaban. (mtc/rel)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Perkuat Transformasi Digital dalam Ekosistem Danantara, BTN Gandeng Artajasa Perluas Layanan

Berita Sumut

PPSU dan FWP Sumut Perkuat Kolaborasi Informasi, 115 Wartawan Kawal Publikasi PRSU ke-50

Berita Sumut

Raih Penghargaan “Top Company in Banking Transformation 2026”, BTN Tegaskan Keberhasilan Transformasi Digital, Layanan, dan Manajemen Risiko

Berita Sumut

Bobby Nasution Terima Hasil Seleksi 15 Besar Calon Komisioner KI Sumut, Segera Diajukan ke DPRD

Berita Sumut

Pemprov Sumut Targetkan PPID Predikat Informatif 2026, Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Berita Sumut

Ini Daftar Nama Calon Anggota KI Sumut Yang Dinyatakan Lulus CAT