MATATELINGA, Madina:Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) Sumatera Utara melayangkan surat mempertanyakan tentang kasus tambang ilegal di Kabupaten Mandailing Natal. Surat yang dikirimkan oleh GNPK ini menunjukkan keseriusan GNPK dalam mengawal tambang-tambang ilegal di Kabupaten Madina. Surat tertanggal 23 Februari 2022, ini langsung ditujukan kepada Kapolda Sumatra Utara, Irjen Pol. Panca Putra Simanjuntak.Menurut Yulinar, Sekretaris GNPK Sumut surat ini dibuat bukan karena sentimen negatif atau ingin menyerang personal. Dia mengatakan surat ini dibuat sebagai bukti bahwa GNPK menjadi perpanjangan tangan masyarakat di Kabupaten Madina yang terdampak dari buruknya tambang ilegal di desa mereka."Surat ini kami kirimkan ke Kapolda sebagai tindak lanjut dari aksi-aksi yang pernah kami lakukan di depan Mapolda Sumut. Bukan untuk menyerang individu tertentu. Selain itu juga kita ingin memberikan apresiasi kepada Polda Sumut atas kinerja mereka dengan menangkap dan menahan dua unit excavator di tahun 2020 kemarin," ucap Yuli kepada matatelinga.com melalui sambungan telepon, Kamis (24/2).Yulinar juga mengatakan, dalam penangkapan tersebut ternyata pihak Polda Sumut telah menetapkan tersangka dengan nomor berkas perkara BP/70/IX/2020 DITRESKRIMSUS. Menurut Yulinar dengan adanya berkas perkara tersebut, seharusnya pihak Polda Sumut bisa melanjutkan bahkan mengeksekusi tersangka yang sudah ditetapkan tersebut."Media-media online sudah memberitakan tentang macetnya pengungkapan kasus ini. Kita ingin tahu ada apa sebenarnya dengan kasus tambang ilegal ini. Apakah kasus ini sudah dihentikan penyelidikan ini," ungkap Yulinar.Sementara itu, di pihak lain Pengacara sekaligus Putra daerah Madina, Razman Arief Nasution menolak untuk berkomentar. Razman sebelumnya pernah berkomentar sedikit keras terhadap adanya usaha tambang ilegal di tanah kelahirannya.Razman mengatakan dia bukan takut untuk berkomentar. Namun, saat ini dia tidak terlalu mengikuti perkembangan kasus tambang ilegal."Saya bukan takut untuk berkomentar. Tetapi saya sudah tidak mengikuti bagaimana perkembangan kasus ini. Apa yang sudah saya lakukan saya rasa sudah cukup. Saya juga sudah langsung berkomunikasi dengan Kapolda dan Kapolres pada saat itu. Dan Bupati juga sudah langsung turun ke lokasi bersama tim Polda pada saat itu," jelas Razman Arief melalui telepon pagi tadi. (mtc/Reza).