MATATELINGA,Tarutung- BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Tapanuli Utara melakukan sosialisasi program manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan bagi siswa magang Tapanuli Utara kepada para kepala SMK se-Taput. Dimana Sebanyak 2.600 siswa prakerin (magang) Kabupaten Tapanuli Utara ditargetkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.Sosialisasi program ini dilakukan sesuai dengan surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara nomor 421.5-1022-Bid.P.SMK-11-2018 tentang kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi siswa magang atau praktek kerja lapangan.Dalam kegiatan tersebut dihadiri Kapala Cabang Dinas Pendidikan Tapanuli Utara-Humbang Hasundutan Darwin Purba dan Kasi SMK Rudi Sinaga. Kepala dinas menyampaikan pentingnya perlindungan jaminan sosial guna untuk melindungi siswa-siswi guna mendapatkan perlindungan dari resiko kecelakaan kerja dan kematian dalam menjalankan kegiatan magang atau praktek kerja lapangan.Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Tapanuli Utara, Udur Sirait menjelaskan, siswa magang wajib didaftar menjadi peserta BPJAMSOSTEK sebagaimana amanah Peraturan Pemerintah nomor 44 tahun 2015 tentang penyelenggaraan program jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Hanya dengan iuran Rp. 16.800 per bulan, siswa- siswi dapat terlindungi program jaminan sosial. Dimana manfaat yang akan di peroleh Rp 42 juta untuk jaminan kematian dan Rp 72 juta untuk kecelakaan kerja dan pelayanan pengobatan yang tidak terbatas saat terjadi kecelakaan kerja"Kami memberi apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Utara - Humbang Hasundutan atas dukungannya mengajukan siswa magang untuk dilindungan dengan program BPJAMSOSTEK," sebutnya. Saat ini terdapat kurang lebih 1.000 â€"an siswa magang peserta BPJAMSOSTEK tidak ada yang mengalami efek kecelakaan terlalu berat. Banyak risiko kerja yang bisa saja menimpa siswa magang, seperti kejadian jari putus saat magang di bengkel dan tidak terdaftar sebagai peserta. Tutupnya