MATATELINGA. Medan - Sebahagian warga pengguna jalan Jamin Ginting mengalami kekecewaan terhadap pemerintah. Kekecewaan warga tersebut dampak dari kerusakan Jl Jamin Ginting yang saat ini kondisi nya sangat memprihatinkan.Kekecewaan warga pengguna jalan tersebut diutarakan mereka kepada Matateling.com, Senin (06/03/2022) siang. Warga mengharapkan ada nya perhatian pemerintah atas kondisi jalan tersebut. "Ini bisa dilihat sendiri kan, lobang dimana-mana. Sudah kupak kapik, lobang nya dalam pula. Sudah dalam, ada lagi yang bergelombang," ujar warga."Kalau mau ada pejabat pusat lewat, ditambal lah. Ditambal pun kalau kami duga asal saja lah. Fakta nya, baru ditambal, eh sudah rusak lagi. Sekarang makin parah rusak nya. Sibuk pemerintah bangun jalan tol, jalan yang ada seperti terbengkalai. Cerita pemerintah sangat jauh ke dunia internasional, jalan kayak gini aja sulit kali membenahi nya," ungkap warga kesal.
Baca Juga:Nawal Lubis : Momen Introspeksi untuk Menjadi Pribadi yang Lebih BaikDari pantauan dilapangan, kondisi jalan yang memprihatinkan tersebut sudah berbulan-bulan terjadi. Kecelakaan pun kerap terjadi. Kemacetan nyaris setiap hari terlihat. Dimana kecepatan kenderaan wajib melamban bila melintasi kondisi jalan rusak tersebut.Selain itu, bila di hari akhir pekan, serta di hari - hari libur, ruas Jl Jamin Ginting tersebut mengalami kemacetan panjang. Selain volume kenderaan yang mengalami peningkatan, kemacetan juga diakibatkan kondisi jalan yang rusak. Sehingga pengguna jalan tidak dapat melalui jalur yang rusak dengan lancar.Sejumlah warga lain nya berkomentar bahwa dengan kondisi jalan tersebut, akan mengurangi daya tahan onderdil kenderaan mereka. "Bayar pajak kenderaan, kalau tidak dibayar jadi masalah di jalan. Terganggu usaha atau kerja kami sebagai "warga" jalanan ini. Namun bisa kita lihat dan rasakan sendiri, rusak jalan bukan langsung dibenahi secara permanen. Akibat nya dijalan kami terganggu dengan rusak nya jalan ini. Parah nya, bisa lebih fatal, kondisi jalan ini bisa makan koran jiwa tewas lo. Apa pemerintah tidak tau, atau tau tidak atau pula pura-pura tidak tau atau apa ya?," tanya warga dengan nada tinggi. (Mtc/edi).