MATATELINGA. Toba - Panitia Raker Dewan Pengurus Pusat Generasi Muda Narasaon Sedunia (GMNS) akhirnya memutuskan beberapa hal yang akan dilaksanakan dalam rencana kerja dua tahun. Panitia Raker yang diketuai Sumardi Manurung, Hangoluan dan Anzas Sitorus selama dua hari memimpin rapat mulai 19 hingga 20 Maret 2022 dengan tertib dan berjalan lancar.Keputusan raker ini diambil atas kesepakatan bersama di Ajibata pada Sabtu hingga Minggu, termasuk keputusan pergantian sekretaris umum Paruhum Manurung digantikan Candrow Manurung. Candrow Manurung yang juga merupakan wakil ketua DPRD Toba dipercayai bisa membawa organisasi ini ke arah lebih baik. Sementara Ketua dan bendahara umum GMNS masih dijabat Leonardo Sitorus S.Hut dan Donald Butarbutar.Raker juga memutuskan panitia pembangunan monumen Narasaon. Tiga orang diantaranya Ketua Candrow Manurung, Fauzi Sirait dan Anzas Sitorus sebagai bendahara. Mereka juga diperbolehkan mengambil keputusan pengangkatan jabatan lain terkait dengan pembangunan monumen Narasaon tersebut.
Baca Juga:Wakil Gubernur Sumut : Kebersamaan itu Penting Menuju Indonesia Emas 2045Sebelum pengambilan keputusan, ada 10 bidang yang memaparkan rencana kerja selama dua tahun ini. Pemaparan ini belum final karena akan dibahas secara mendalam dalam beberapa waktu kedepan. 10 bidang tersebut diantaranya Bidang Pengorganisasian, Humas/Publikasi, Hukum/advokasi, pariwisata/seni-budaya, kerohanian, UMKM, Pemberdayaan perempuan dan anak, pelatihan SDM, sosial kesehatan dan pendidikan olahraga.Ketua umum DPP GMNS Leonardo Sitorus berharap agar semua bidang bisa melaksanakan tugas masing-masing dan tetap koordinasi dengan bidang lain.Dalam pertemuan terakhir, penasehat GMNS Tuan Nanser Sirait berharap agar generasi ini bisa berjalan dan menjaga keharmonisan organisasi ini "Jika ada duri dalam daging, agar dicabut dan sama-sama bertumbuh untuk kemajuan Narasaon" terang Tuan Nanser yang juga tokoh masyarakat Ajibata.[br]Selain itu, Jonang MP Sitorus yang didampingi Sahat Butarbutar berharap agar kepercayaan yang diberikan PPRN (Parsadaan Pomparan Raja Narasaon) untuk pendirian monumen Narasaon bisa diterlaksana. "Jangan main-main dengan apa yang kita ucapkan, karena leluhur kita akan menunggu hal tersebut" pinta Jonang MP Sitorus sebagai humas BODT mengakhiri.Acara tersebut berlangsung lancar dan aman dan mendapatkan penjagaan dari Kepala Pos Polisi Ajibata IPDA Sudung Siringoringo. (Mtc/Yin)